BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jepara sejak Jumat, (9/1/2026) malam mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, total terdapat 18 titik yang saat ini masih tertutup material longsor berupa tanah, batu besar, dan pohon tumbang. Akibatnya akses utama menuju Desa Tempur mulai dari Dukuh Kajang saat ini tertutup total.
Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto mengatakan upaya penanganan ruas jalan yang mengalami longsor terus dilakukan. Hanya saja kondisi cuaca yang masih terjadi hujan deras disertai angin kencang membuat potensi longsor susulan terus terjadi.
Baca juga: Dua Kendaraan yang Terbawa Longsor di Colo Berhasil Dievakuasi
“Sampai saat ini kita masih berupaya melakukan penanganan. Hanya saja kondisi di lapangan memang tidak mudah, cuaca cukup jadi kendala, karena sampai saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi,” kata Lulut saat dihubungi melalui sambungan telepon, pada Sabtu, (10/1/2026).
18 titik yang dilaporkan tertutup material longsor yaitu akses jalan di Basuno yang terdampak longsor dari tebing setinggi 20 meter dengan lebar 12 meter.
Kemudian jalur leki dibagian atasnya juga terdapat beberapa titik yang mengalami longsor sehingga menutup akses jalan sepanjang 100 meter dengan ketebalan 1-1,5 meter.
Lokasi Utara Dieng tertutup longsor sepanjang 13 meter dengan ketebalan satu meter dan sebagian badan jalan amblas.
Kemudian masih di lokasi yang sama longsor menutup akses jalan sepanjang enam meter dengan ketebalan 0,5 meter.
Di Lokasi jembatan Dieng, material longsor dari tebing setinggi 100 metermenutup jalan sepanjang 60 meter dengan ketebalan 1-1,5 meter. Kondisi jembatan masih aman, hanya saja pagar jembatan Dieng hilang di sapu longsor.
Lokasi pertigaan samping spot foto selamat datang, badan jalan hilang total sepanjang 50 meter karena tergerus aliran sungai kali gelis.
Kemudian di Lokasi kali longsor berasal dari sumber air sehingga menutup jalan sepanjang 20 meter dengan ketebalan 0,5 meter.
Lokasi gorong-gorong kali bayi, longsor berasal dari sumber air, material batu dan pasir yang menutup jalan sepanjang 15 meter dengan ketebalan 1 meter.
Lokasi tebing kali bayi, longsor berasal dari tebing setinggi 200 meter. Akibatnya material longsor menutup jalan sepanjang 15 meter.
Lokasi Tanjakan Gandu, longsor berasal dari tebing setinggi 20 mwter sehingga materialnya menutup lokasi tanjakan sepanjang 8 meter dengan tebal 1 – 1,5 m.
Lokasi gorong-gorong sebelah warung Kaliombo, longsor berasal dari sumber air, materialnya menutup jalan sepanjang 10 meter dengan tebal satu meter.
Lokasi sebelah selatan jembatan warna warni, longsor berasal dari sumber air yang membawa material batu menutup jalan sepanjang 20 meter dengan tebal 1-2 meter.
Baca juga: Longsor Tutup Jalan Pulingan–Pangonan Pati, Aktivitas Warga Lumpuh Total
Lokasi tanjakan Pule, longsor berasal dari tebing setinggi 100 meter yang menerjang badan jalan sehingga pagar pengaman hilang total. Kemudian jurang di sampingnya setinggi 100 meter juga mengalami longsor.
Lokasi jembatan Pule, mengakibatkan badan jalan mengalami longsor sepanjang 50 meter. Sehingga untuk penanganannya diperlukan talud penguat jalan.
Lokasi jembatan mbah sujak, kondisi jembatan tertutup material longsoran batu besar, sehingga sungai pindah ke sampingnya, menggerus halaman rumah Mbah sujak dan badan jalan sedalam 6 meter.
Lokasi atas greenhouse mengalami longsor yang berasal dari sumber air yang menutup jalan sepanjang 20 meter dengan tebal material 0,5 meter.
terakhir, Lokasi Kali Unthok yang merupakan jalur ke Dukuh Duplak mengalami longsor dari tebing setinggi 20 m sehingga menutup badan jalan sepanjang 20 meter dengan tebal 1 meter.
Editor: Suwoko

