BETANEWS.ID, PATI — Aktivitas warga Dukuh Pulingan, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, lumpuh total setelah jalan penghubung Pulingan–Pangonan tertutup longsor, Jumat (9/1/2026) malam. Akses utama yang biasa digunakan warga tidak dapat dilalui akibat material tanah yang menimbun badan jalan.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Intensitas hujan yang tinggi memicu runtuhnya tebing di sejumlah titik sepanjang jalur penghubung antardukuh tersebut.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (10/1/2025) menunjukkan kendaraan sama sekali tidak bisa melintas. Untuk sementara, warga berinisiatif memotong pohon dan membuka jalur darurat agar pejalan kaki tetap dapat melintas. Di Dukuh Pulingan, warga juga bergotong royong membantu membersihkan rumah-rumah yang terdampak longsor.
Baca juga: Tanah Bergetar Lalu Ambruk, Warga Ceritakan Detik-detik Tanggul Longsor di Metaraman Pati
Salah satu warga Dukuh Pulingan, Santoso mengungkapkan, hujan mulai turun pada Jumat kemarin sekitar pukul 17.00 WIB dan semakin deras pada malam hari. Kondisi tersebut memicu longsor di sejumlah titik.
“Perkiraan longsor terjadi sekitar jam sembilan malam. Ada lima titik longsor di sepanjang jalan Pulingan–Pangonan,” ujar Santoso.
Ia menjelaskan, longsor tersebut menutup total akses utama warga. Material tanah yang menimbun jalan membuat aktivitas sehari-hari warga terhenti, termasuk aktivitas pendidikan.
“Jalan tertutup total. Warga tidak bisa beraktivitas, bahkan anak-anak sekolah tidak bisa berangkat karena akses ke sekolah tidak bisa dilewati,” lanjutnya.
Warga berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor. Menurut Santoso, jika hanya mengandalkan kerja bakti warga, pembersihan akan berlangsung lama.
“Kalau tidak dibantu alat berat, warga tidak sanggup membersihkan tanah sebanyak ini,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Amin, warga Dukuh Pulingan lainnya. Ia menyebut jalur penghubung menuju Dukuh Pangonan benar-benar tidak bisa dilalui.
Baca juga: Sempat Diprotes Warga, Pabrik Tas Fuhua di Pati Lakukan Konsultasi Publik
“Jalan lumpuh total, talud jalan juga ambrol. Anak sekolah juga tidak bisa sekolah,” ucap Amin.
Sementara itu, Sekretaris Desa Gunungsari, Ngarjono mengatakan, Dukuh Pulingan dihuni sekitar 160 kepala keluarga yang tersebar di tiga RT. Pemerintah desa telah menyiapkan langkah penanganan darurat dengan mendatangkan alat berat ke lokasi longsor.
“Rencananya hari ini alat berat sampai di Desa Gunungsari. Kalau sudah ada alat berat, jalan penghubung antara Dukuh Pulingan dan Pangonan bisa digunakan kembali. Pengerjaannya diperkirakan satu hari selesai,” jelas Ngarjono.
Ia menambahkan, pihak desa telah berkoordinasi dengan Camat Tlogowungu dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Pati, Sudewo, melalui surat resmi.
Selain di Dukuh Pulingan, longsor juga terjadi di Dukuh Pangonan. Secara keseluruhan, tercatat 13 titik longsor di wilayah Desa Gunungsari akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Editor: Suwoko

