BETANEWS.ID, KUDUS – Intensitas curah hujan tinggi dari sore hingga malam hari yang terjadi di wilayah Kabupaten Kudus pada Jumat (9/1//2026) mengakibatkan beberapa kejadian bencana. Salah satunya terjadi longsor di Jalan Kudus-Colo, tepatnya talud jembatan sebelum portal Wisata Colo.
Bahkan, dua kendaraan mobil pribadi Suzuki Ertiga dan truk tangki air ikut terbawa material longsor. Kedua kendaraan itu berhasil diekavuasi dengan menggunakan mobil krain usai kejadian.Â
Beruntungnya, dalam kejadian itu tidak ada korban, dan semuanya dilaporkan selamat. Diketahui kejadian longsor tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dengan panjang 50 meter dan lebar 10,5 meter.
Baca juga: Update Bencana di Kudus: 6 Desa Terdampak Longsor, 6 Desa Kebanjiran
Petugas Penjaga Portal Wisata Colo, Taufik Fendi menyampaikan, sebelum terjadi longsor sudah ada tanda-tanda yang terlihat, yakni adanya retakan di bagian jembatan yang memanjang. Mengetahui hal itu, pihaknya memasang rambu-rambu dan pintu portal ditutup.
“Kejadiannya antara Isya. Sebelum longsor ada retakan dulu dan memanjang. Rambu-rambu sudah saya pasang dan pintu (portal) sudah saya tutup. Saya masuk lagi karena angin begitu kencang baru terjadi longsor,” bebernya.
Ia menjelaskan, mobil Ertiga yang masuk sunagi akibat longsor itu sebelumnya sudah diperingatkan. Namun karena kemungkinan tidak mendengar akhirnya melintas jembatan dan ikut longsoran masuk ke sungai.
“Sedangkan untuk truk tangki air memang sudah berada di jembatan. Alhamdulillah semuanya selamat, di dalam mobil ada tiga orang,” ungkapnya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan, dua kendaraan yang ikut terbawa material longsor itu langsung dilakukan evakuasi pada malam itu juga, Jumat (9/1/2026). Pihaknya saat ini tengah melakukan beberapa asesmen dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini Bina Marga, mengingat jalan tersebut merupakan jalan Provinsi Jateng.
“Selanjutnya akan kita koordinasi dengan Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jateng, untuk melakukan langkah berikutnya. Kita Juga lakukan beberapa asesmen,jangan sampai tanah ini jenuh, kita kasih terpal sehingga tidak terjadi longsor yang meluas,” ujarnya.
Ia menyebut, beberapa bencana yang terjadi Kabupaten Kudus diakibatkan curah hujan tinggi. Baik bencana longsor maupun banjir terjadi di beberapa daerah, di antaranya, Singocandi, Mejobo, Ngembal, Rahtawu, dan Colo.
Baca juga: Diguyur Hujan Lebat, Pohon Tumbang Hingga Longsor Landa Desa Colo Kudus
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kudus, Emo Hari Djatmiko menuturkan, longsor di talud jembatan wisata Colo itu disebabkan karena curah hujan tinggi. Menurutnya, sebelumnya sudah ada laporan bahwa ada retakan di pinggir tanggul jembatan.
“Kemudian kita laporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Kudus Dan Bina Marga Pemerintah Provinsi Jateng, karena jalan ini kewenangan Pemprov,” sebutnya.
Saat ini pihaknya melakukan penutupan di bagian yang terjadi longsor, dengan terpal untuk meminimalisir agar longsor tidak semakin meluas. “Rencananya besok (Sabtu) dari PUPR akan melakukan asesmen ulang terkait dengan merehab agar segera ditata,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

