BETANEWS.ID, KUDUS – Akibat angin kencang dan tingginya curah hujan, pohon besar yang berada di Pangkalan Ojek Muria roboh serta menimpa tiga kios di sana, Selasa (8/12/2020) pagi. Sebelumnya, pada Senin (7/12/2020), di wilayah Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus juga terjadi sejumlah bencana tanah longsor.
Muhammad Destari Andri Asmoro, Kepala Desa Colo mengaku tetap bersyukur tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Dari tiga kios yang tertimpa pohon, ia memperkirakan kerugian kisaran Rp 15 juta.

Baca juga : Siaga Bencana, Relawan Kudus Pertanyakan Kesiapan Tempat Pengungsian
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau kerugian kisaran Rp 15 juta. Karena curah hujan yang tinggi disertai angin kencang seperti saat ini, kawasan pegunungan memang siaga 1 untuk selalu waspada dan berhati-hati,” jelasnya, Selasa (8/12/2020).
Ia juga menambahkan, bahwa sehari sebelumnya telah terjadi tanah longsor di sejumlah lokasi. Musibah tersebut menimpa rumah Ali Syahroni, warga RT 03 RW 04, Dukuh Kombong, pukul 21.00 WIB.
“Selain itu juga di Musala Syamrotulhuda RT 03 RW 04. Rumah Tumirah di Dukuh Pandak, RT 04 RW 03 dan Rumah Muji Aminah RT 05 RW 03,” ungkapnya.
Dirinya mengkhawatirkan jika terjadi longsor susulan di Dukuh Pandak. Ia mengimbau kepada warga warga agar lebih waspada, mengingat curah hujan tinggi. Sedangkan untuk warga yang wilayahnya berpotensi longsor, ia menyarankan untuk mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.
Baca juga : Ansor Kudus ‘Resik-Resik’ Lingkungan dan Tempat Ibadah Serentak di 39 Lokasi
“Dalam penanganan bencana ini, Satlinmas, TNI, Polri, Pemdes dan di bantu warga desa setempat bergotong-royong melakukan evakuasi. Kita tidak mungkin mengandalkan hanya personil pemerintah, kita perlu mengajak masyarakat agar lebih tanggap terhadap bencana untuk bisa bereaksi cepat,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

