BETANEWS.ID, KUDUS – Awan mendung disertai rintik hujan tampak menyelimuti Kantor BPBD Kudus, Selasa (8/12/2020). Sejumlah orang di sana terlihat menyiapkan peralatan untuk evakuasi korban bencana alam yang terjadi di Kudus. Seorang pria mengenakan kaus hitam memberi arahan kepada mereka. Dia adalah Yulian Noor Widya (38), ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus.
Mengingat curah hujan tinggi seperti saat ini, Ia mempertanyakan kesiapan tempat pengungsian di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pembahasan dan pergerakan menuju antisipasi itu. Sehingga dia mengkhawatirkan jika tidak ada kesiapan, nantinya bisa menjadi ‘bom Covid-19’ melalui klaster pengungsian.

“Bencana hidrometeorologi tahunan di Kudus masih sangat relevan. Seperti banjir, longsor, pohon tumbang masih mungkin terjadi. Seperti tahun 2013-2014 banjir dan longsor, kita harus antisipasi hal tersebut. Terutama pada tempat pengungsiannya,” katanya saat ditemui di Aula BPBD Kudus.
Baca juga: Bagana Kudus Evakuasi Rumah Warga yang Tertimpa Pohon
Hingga saat ini, pihaknya sudah memberi dorongan dan masukan ke BPBD. Meski tempat-tempat pengungsian sudah ada, tetapi penerapan protokol kesehatan belum pernah ada pembahasan.
“Saya khawatir ini bisa jadi bom, sehingga perlu kajian yang jelas. Rencana Kontinjensinya juga perlu dibahas. Kita harusnya mencontoh Jogja dan Magelang, ketika ada tanda-tanda bencana langsung dipersiapkan, bahkan sebulan sebelumnya,” ujarnya.
Baca juga: Tiga Hari Diguyur Hujan Deras, Desa Tanjung Karang Terendam Banjir
Lilik menyayangkan terkait persiapan pengungsian di masa pandemi belum dipersiapan jauh-jauh hari. Dia berharap hal yang dikhawatirkan tidak terjadi di Kudus. Dan segera ada persiapan tempat pengungsian dengan penerapan protokol kesehatan.
“Mengingat cuaca seperti ini, seharusnya kita mempersiapkan pengungsian dengan protokol kesehatan Covid-19. Minimal di setiap desa harus menyiapkan pengungsian dengan penerapan prokes,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

