31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Pengangguran di Kudus Didominasi Pria, Industri Hasil Tembakau Disebut jadi Penyebab

BETANEWS.ID, KUDUS – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Kudus meningkat pada tahun 2025 dan mencapai 17 ribu jiwa. Menariknya, TPT di Kota Kretek ini justru didominasi oleh pria yang notabene disebut sebagai tulang punggung atau penopang ekonomi dalam keluarga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto menyampaikan, karakteristik TPT Kota Kretek memang menarik. Karena jumlah TPT laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.

Baca Juga: Hadapi Kebutuhan Telur MBG, Ketua DPRD Kudus Usulkan Bantuan Ayam Petelur bagi Warga Miskin

-Advertisement-

“TPT laki-laki di Kabupaten Kudus pada tahun 2025 kurang lebih sebanyak 4,40 persen, sedangkan yang perempuan hanya 1,78 persen,” ujar Eko di ruang kerjanya belum lama ini.

Eko mengungkap, faktor penyebab TPT di Kudus didominasi oleh laki-laki, di antaranya keberadaan Industri Hasil Tembakau. Selain itu, laki-laki di Kota Kretek cenderung pemilih dalam hal pekerjaan.

“Adanya IHT menjadikan kebutuhan tenaga kerja perempuan cukup tinggi di Kudus. Bahkan, kami melihat di beberapa perusahaan rokok masih membuka lowongan tenaga kerja, sehingga sangat membantu penyerapan tenaga kerja perempuan,” bebernya.

Dia menuturkan, fenomena TPT laki-laki lebih banyak dibanding perempuan sebenarnya sudah terjadi sejak lama di Kabupaten Kudus. Namun, fenomena tersebut pernah terputus pada tahun lalu.

“Pada tahun lalu TPT laki-laki di Kudus sebanyak 3,17 persen. Angka tersebut lebih sedikit dibanding perempuan yang 3,21 persen. Tetapi di tahun ini TPT laki-laki mengalami kenaikan 1,23 persen poin dan yang perempuan turun 1,42 persen poin,” ungkapnya.

Eko menuturkan, ada perbedaan antara pengangguran dan TPT. Pengangguran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa).

Baca Juga: Begini Capaian Kinerja Kejari Kudus Sepanjang 2025

“Sedangkan TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja,” jelasnya.

Sebagai informasi, jumlah TPT Kabupaten Kudus sepanjang tahun 2025 sebanyak 17 ribu jiwa. Jumlah tersebut naik sekira 490 orang dibanding tahun sebelumnya yakni 16.510 jiwa.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER