BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk membangun pelabuhan ekspor-impor terus berlanjut.
Dari hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara, pembangunan pelabuhan itu diperkirakan baru berjalan pada tahun 2030 dan baru bisa mulai beroperasi pada tahun 2032 mendatang.
Baca Juga: Resmi Disahkan, Berikut Daftar Tarif Retribusi Jepara yang Alami Kenaikan
Kepala Bidang Perekonomian, Infrastruktur, Sumber Daya Air (SDA) dan Kewilayahan (Pisdak) pada Bappeda Jepara, Dwi Yogo Adiwibowo mengatakan, sebagai persiapan awal, setelah laporan akhir studi kelayakan pembangunan pelabuhan selesai dilakukan pada bulan Desember ini, hasil kajian itu nantinya akan dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
Dari Pemprov Jateng, hasil kajian itu nantinya akan dikirim ke Kementrian Perhubungan agar rencana pembangunan pelabuhan ekspor-impor di Jepara bisa masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).
“Target kita, rencana pembangunan pelabuhan ekspor-impor ini bisa masuk dalam RIPN. Jepara sudah ada tiga, harapan kita ini bisa ditambah satu lagi, seusai titik koordinat dari hasil kajian studi ini,” kata Dwi Yogo saat ditemui di Kantor Bappeda Jepara, Jumat (5/12/2025).
Titik koordinat yang diusulkan sebagai lokasi pelabuhan ekspor-impor di Jepara yaitu berada di Pantai Njlamon, Desa Balong, Kecamatan Kembang. Lokasi itu masuk dalam rencana Kawasan Peruntukan Industri (KIP) Kecamatan Kembang seluas 761 hektare.
“Dari 761 hektare, yang diperlukan mungkin hanya sekitar 10 hektare,” sebutnya.
Setelah seluruh proses penyiapan dokumen selesai dilakukan, Dwi Yogo melanjutkan proses pembangunan pelabuhan ekspor-impor di Jepara diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 5-6 tahun.
“Itu proses penyiapan dari awal sampai kontruksi. Sehingga diperkirakan baru bisa mulai dibangun tahun 2030, prosesnya masih sangat panjang,” ungkapnya.
Sementara untuk kebutuhan anggaran investasi yang diperlukan yaitu sekitar Rp1,063 triliun. Anggaran itu terbagi untuk pembangunan dalam tiga tahap.
Tahap pertama yaitu jangka pendek dengan anggaran sekitar Rp762 miliar, jangka menengah Rp89 miliar, dan jangka panjang Rp201 miliar.
Sementara itu, salah satu konsultan studi kelayakan pelabuhan, Gema Mahardika Yogatama menjelaskan dari tren pendapatan, efesiensi operasional, dan dampak ekonomi, pembangunan pelabuhan ekspor-impor di Kabupaten Jepara dinyatakan layak secara finansial dan strategis.
Baca Juga: Senangnya 100 Pengemudi Ojol di Jepara Dapat Bantuan Ganti Oli dan Servis Gratis
Apalagi jika mempertimbangkan kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah overload. Sementara Pelabuhan di Kabupaten Batang hanya bisa mengambil alih bongkar muat dari Pelabuhan Semarang sekitar 15-20%.
“Kabupaten Kudu, Pati, Rembang jauh juga kalau ke Batang, sehingga Jepara bisa mengambil posisi itu,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

