BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa rencana pemindahan pedagang sayur dari Pasar Bitingan bukan tindakan pengusiran, melainkan upaya penataan kawasan agar aktivitas jual beli berlangsung lebih aman dan nyaman. Menurutnya, langkah ini juga menjadi solusi agar pedagang tidak lagi berjualan di area jalan.
Sam’ani menjelaskan bahwa sebagian pedagang selama ini berjualan di badan jalan sehingga rentan kehujanan dan mengganggu arus lalu lintas. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan dan membuat pemerintah mengambil langkah penataan agar pedagang mendapatkan tempat yang lebih layak.
Baca Juga: Begini Capaian Kinerja Kejari Kudus Sepanjang 2025
“Dan ada kolaborasi dengan pihak swasta, yaitu PT Sukun, yang menyediakan tempat di Pasar Saerah. Silakan dimanfaatkan. Pemerintah hadir untuk mendukung dan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan,” ujar Sam’ani di Pendopo Kudus belum lama ini.
Proses pemindahan pedagang, lanjutnya, mengedepankan pendekatan persuasif. Pemkab Kudus terus melakukan sosialisasi agar pedagang memahami tujuan kebijakan, yakni menciptakan lingkungan berdagang yang aman, tertib, dan manusiawi.
“Teman-teman yang berjualan di jalan itu kalau musim hujan kehujanan, kasihan. Kami ingin mereka naik kelas, tidak lagi berjualan di pinggir jalan yang mengganggu lalu lintas,” kata Sam’ani.
Terkait tarif sewa di lokasi baru, Sam’ani memastikan pemerintah telah meminta pengelola untuk tidak mematok harga berlebihan. Pemerintah mendorong agar biaya sewa ramah bagi pedagang kecil.
“Informasinya sudah banyak pedagang sayur yang bersedia pindah ke Pasar Saerah,” bebernya.
Pemkab Kudus, kata Sam’ani juga mewacanakan untuk membangun pasar baru lagi di Wergu atau kawasan Balai Jagong. Dana pembangunan diusulkan dari pemerintah pusat. Nantinya pasar tersebut rencananya untuk menampung para pedagang yang ada di dalam Pasar Bitingan.
“Wacana ini masih berproses. Sosialisasi kepada pedagang juga sudah dilakukan. Kalau nanti pengajuan dananya disetujui oleh pemerintah pusat baru kita bangun pasar baru. Minimal pedagang sudah kami beri informasi agar siap-siap,” tuturnya.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Babe Kudus Capai 80 Persen, Target Rampung Sepekan ke Depan
Sam’ani juga menyoroti kondisi pasar-pasar tradisional yang mulai sepi pengunjung. Ia mengaku prihatin dan menegaskan bahwa upaya penataan ini justru bertujuan membangkitkan kembali aktivitas pasar, bukan mematikan usaha pedagang.
“Saya tegaskan, pemerintah tidak mengusir pedagang. Mengusir itu kalau tidak memberi solusi. Kalau kami memindahkan dan menyediakan tempat yang lebih baik, itu namanya memberdayakan,” tegasnya.
Editor: Haikal Rosyada

