BETANEWS.ID, JEPARA – Produksi rumput laut di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara cukup tinggi. Dalam sebulan, petani bisa memanen rumput laut minimal enam ton selama tiga kali panen.
Namun, saat ini mereka mengeluh sulitnya akses permodalan untuk mengembangkan usaha budidaya rumput laut.
Baca Juga: Pendopo Jepara Bakal Diresmikan Sebagai Museum, Dimana Rumah Dinas Bupati Bakal Dipindah?
Ketua Kelompok “Hasil Lancar” sekaligus pengepul rumput laut di Dukuh Mrican Desa Kemujan, Athok(38) mengungkapkan modal masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi para petani rumput laut di Karimunjawa.
“Selama ini yang dibutuhkan nelayan adalah penambahan prasarana budidaya. Banyak yang masih bergantung pada bantuan pengepul karena akses permodalan sulit dijangkau,” katanya pada Rabu, (5/11/2025).
Athok mengatakan ia sempat berupaya untuk meminta pendampingan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun, hasilnya belum sesuai harapan.
“Kami kira bantuan itu untuk akses modal, ternyata hanya diarahkan agar bisa menjual ke perusahaan. Padahal buyer kami sudah banyak, yang dibutuhkan petani rumput laut itu modal agar bisa menambah produksi,” ujarnya.
Menurutnya, waktu paling ideal untuk budidaya rumput laut adalah setelah musim Baratan. Namun, saat musim hujan, proses penjemuran sering terkendala karena kondisi cuaca yang lembab.
“Kalau musim biasa panen bisa dua ton per hari, tapi kalau musim ramai bisa sampai lima ton. Dalam sebulan bisa dua sampai tiga kali panen,” ujarnya.
Setelah dikeringkan, hasil panen biasanya dibawa ke gudang untuk dikirim menggunakan truk ke Surabaya. Aktivitas pengiriman ini menjadi mata rantai penting dalam menjaga keberlangsungan usaha nelayan rumput laut di pesisir Jepara.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jepara, Muh Tahsin, mengatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas pembudidaya.
“Bulan ini akan diadakan pelatihan bagi pembudidaya rumput laut dan eks petambak udang, dilanjutkan dengan studi tiru ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Proposal sudah diajukan ke KKP dan sudah diverifikasi lapangan, mudah-mudahan segera terealisasi,” sambungnya.
Baca Juga: Investasi Pabrik di Jepara Tembus Rp1,2 Triliun, Serap 14 Ribu Tenaga Kerja
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menyasar seluruh kelompok pembudidaya dan diharapkan dapat menjadi model pengembangan rumput laut di Jepara, khususnya Karimunjawa.
Pihaknya juga ingin para pembudidaya bisa punya business plan yang jelas, sehingga tidak lagi tergantung pada pengepul.
Editor: Haikal Rosyada

