31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Kunjungi Kudus, Abdul Mu’ti Beberkan Arah Baru Pendidikan Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti menjadi pembicara utama pada acara di Seminar Nasional Teacihing, Linguistics, Culture, and Education Conference (Telcecon) ke-5 Universitas Muria Kudus (UMK). Seminar yang diselenggarakan di Auditorium UMK tersebut mengususng tema, ‘Masa Depan Pendidikan: implimentasi Deep Learning dalam pembelajaran’

Mu’ti menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan seminar Telcecon oleh UMK. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan seminar internasional yang sangat penting dalam rangka menghimpun berbagai gagasan, hasil penelitian, dan praktik baik atau pengalaman yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya pembelajaran mendalam.

Baca Juga: Fasilitasi Beragam Usaha untuk BUMDes, PMD Kudus Harap Dana Ketahanan Pangan Terserap Optimal

-Advertisement-

“Pembelajaran mendalam sebagai salah satu kebijakan Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sedangkan, kesuksesan pembelajaran mendalam itu ditentukan oleh kompetensi para guru,” ujar Mu’ti kepada awak media usai acara, Selasa (7/10/2025).

Dalam pembelajaran mendalam, lanjut Mu’ti, guru memang memegang peran vital. Mereka berperan sebagai fasilitator, mentor pembelajaran, sekaligus sebagai aktor untuk memperbaiki kualitas pendidikan, melalui pendekatan dalam pembelajaran.

Ia juga menyebut, bahwa deep learning atau tema dalam seminar tersebut bukanlah kurikulum. Tetapi sebuah pendekatan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan.mutu pendidikan di Indonesia.

“Kami tegaskan bahwa deep learning itu bukan kurikulum. Tetapi pendekatan pembelajaran, yang dalam pelaksanaannya dapat diterapkan untuk kurikulum 2013 (K13) maupun kurikulum merdeka,” jelasnya.

Dengan adanya deep learning, diharapkan, guru bisa leluasa menerapkan pembelajaran mendalam ini, terutama menggali filosofinya. Sebab, ia masih mendapatkan banyak laporan yang mengatakan bahwa deep learning itu hanya kelanjutan dari kurikulum merdeka.

“Deep learning itu bisa untuk kurikulum merdeka dan bisa juga untuk K13. Mohon juga agar deep learning ini tidak dibebani dengan administrasi yang berlebihan,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, dengan adanya seminar dan kajian ini pemahaman terhadap deep learning menjadi lebih tepat dan bisa diterapkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Tanah Air.

Disinggung apakah Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga disematkan pendekatan deep learning terhadap para guru, Mu’ti mengiyakan. Menurutnya, di Kemendikdasmen saat ini sudah ada lima pelatihan yang sedang berjalan.

Pertama, pelatihan pembelajaran mendalam. Kedua pelatihan kepala sekolah, ketiga pelatihan untuk guru Bimbingan Konseling (BK). Kemudian ke empat, pelatihan untuk guru bidang studi dan yang kelima adalah pelatihan coding dan kecerdasan Artificial Intelligence (AI).

“Selain itu juga ada dua program yang menjadi bagian peningkatan kualitas pendidikan, yakni pendidikan profesi guru dan program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk guru-guru yang belum D4 atau belum S1. Semuanya ada materi pembelajaran mendalam, ada materi pendidikan karakter dan pendidikan nilai,” jelasnya.

Baca Juga: Gaji dan TPP ASN Capai Rp591 M Setahun, Pemkab Kudus Siapkan Skema Pemotongan TPP

Mu’ti berharap, ke depan dunia pendidikan di Indonesia bisa lebih baik. Serta sarana dan prasarananya juga semakin meningkat.

“Kami akan berusaha memperbaiki pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana. Kemudian peningkatan kualitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER