31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Bocah SD di Jepara yang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Tak Mendapat Perawatan Layak 

BETANEWS.ID, JEPARA – MJW,  seorang anak berusia 12 tahun asal Kabupaten Jepara yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh MTR, seorang kakek berusia 50 tahun kini belum mendapatkan perawatan yang layak. 

Hal itu diungkapkan oleh Zainal Petir, kuasa hukum keluarga korban. Zaenal mengatakan selama 30 hari terakhir setelah mendapatkan perilaku kekerasan, MJW hanya terbaring di rumahnya. Ia juga tidak bisa berangkat ke sekolah. 

Baca Juga: Info Penebusan Pupuk Subsidi Buat Petani Jepara Kebingungan 

-Advertisement-

“Setelah kejadian itu korban tidak pernah masuk sekolah. Dia hanya di rumah, tiduran saja. Kalau mau tidur, tangannya sakit, kenyut-kenyut,” kata Zaenal melalui sambungan telepon, Jumat (31/10/2025). 

Sebelumnya, MJW memang sempat mendapat perawatan selama dua hari di RSUD dr. Rehatta Kelet pada Sabtu-Minggu, (4-5/10/2025) 

Namun korban terpaksa pulang karena terkendala biaya. Hasil observasi dokter menyatakan korban mengalami patah tulang pad lengan kiri bawah. Tapi korena takut di operasi dan terkendala biaya akhirnya pulang paksa.

“Sampai sekarang belum dirawat lagi. Karena memang orang tidak punya. Bapaknya hanya kerja serabutan. Korban juga tidak punya BPJS,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, menurut Zaenal korban juga mengalami trauma akibat peristiwa itu. Terutama pada saat melihat terduga pelaku. Korban dan pelaku tinggal di satu RW dan hanya berbeda gang serta RT.

Karena kondisi yang semakin memprihatinkan dan tak kunjung mendapatkan penanganan, Petir berharap 

Zaenal berharap Bupati Jepara bisa melihat korban yang merupakan warganya, agar bisa dibantu. Sebab kondisinya kini semakin memprihatinkan dan belum mendapat penanganan. 

Zaenal menambahkan ia sudah berupaya menghubungi Sekda Jepara, Ary Bachtiar, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda pemerintah akan membantu korban.

“Karena korban mengalami patah tangan, tidak retak, jadi harus operasi. Saya harap bupati atau pemerintah daerah bisa membantu korban. Saya sudah WhatsApp Sekda Jepara, sudah direspon, tapi belum ada tindaklanjut,” harapnya. 

Baca Juga: Diduga Bertengkar dengan Cucunya, Seorang Kakek di Jepara Tega Aniaya Bocah SD Hingga Alami Patah Tulang 

Kasus ini saat ini sedang ditangani Satreskrim Polres Jepara. Zaenal mengatakan, sebelumnya pemerintah desa setempat sudah melakukan mediasi sebanyak dua kali, namun gagal.

“Dua kali mediasi gagal. Terduga pelaku tidak mau tanda tangan. Tidak mau tanggungjawab,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER