BETANEWS.ID, JEPARA – Delapan orang demonstran yang diduga menjadi pelaku aksi penjarahan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara pada Minggu, (31/8/2025) dini hari saat ini sudah diamankan polisi.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela menyebutkan delapan orang tersebut diamankan selama dua kali. Lima orang diamankan pada Minggu siang hingga malam hari. Sedangkan tiga lainnya pada Senin, (1/9/2205) pagi.
Baca Juga: Demo di Jepara: Gedung DPRD Dibakar dan Dijarah Massa
“Terduga pelaku diamankan Polsek Kota dan Resmob, totalnya ada 8” katanya pada Senin (1/9/2025).
Delapan orang tersebut bertempat tinggal di Kecamatan Jepara. Lima di antaranya berusia 15-17 tahun. Sisanya berusia dewasa.
Wildan mengungkapkan, pengamanan tersebut dilakukan salah satunya setelah adanya laporan dari pihak Sekretariat DPRD Jepara atas peristiwa pembakaran saat demonstrasi tersebut. Selain itu, Polisi juga sudah menemukan beberapa rekaman video yang menunjukkan demonstran menjarah berbagai barang dari dalam gedung Kantor DPRD Jepara.
“Dalam video-video itu banyak yang terekam membawa barang-barang. Seperti televisi, sound system, komputer dan lain-lain,” ungkapnya.
Pengamanan tersebut juga bertujuan untuk mencari kebenaran atas video-video yang beredar. Pihaknya saat ini belum menentukan status hukum untuk para demonstrans. Sehingga dimungkinkan masih terdapat terduga pelaku yang baru.
“Saat ini kami masih melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.
Wildan juga menyampaikan, pengamanan delapan orang tersebut juga menjadi salah satu bagian dari proses investigasi yang dilakukan Polisi terkait insiden pembakaran dan penjarahan Kantor DPRD Jepara.
Terpisah, Sekretaris DPRD Jepara, Deni Hendarko membenarkan bahwa pihaknya sudah melaporkan insiden tersebut kepada Polres Jepara. Namun laporan itu masih dalam tahap awal. Pihaknya juga membuka peluang untuk membuat laporan lagi.
“Kami sudah laporan ke Polres untuk bisa dilakukan investigasi,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kantor DPRD Kabupaten Jepara ikut menjadi amukan massa setelah adanya demontrasi yang terjadi di Mapolres Jepara pada Sabtu, (30/8/2025) malam.
Baca Juga: Bantu Jaga Inflasi, Perumda Jepara Buat Program Perdana Jualan Bibit Cabai Bagi ASN
Massa yang sebelumnya terpusat di jembatan kanal, sebelah selatan Mapolres Jepara berpindah ke kawasan Kantor DPRD Jepara pada Minggu, (31/8/2025) dini hari.
Massa yang datang kemudian mencoba masuk ke area Gedung DPRD Japara dengan menjebol pagar dan pintu utama. Setelah itu mereka masuk ke dalam area gedung dan menjarah barang-barang seperti TV, Sound System, Komputer, dan beberapa barang lainnya.
Editor: Haikal Rosyada

