BETANEWS.ID, JEPARA – Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah juga terjadi di Kabupaten Jepara. Massa aksi membakar serta menjarah barang-barang yang berada di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.
Awalnya, aksi demontrasi Jepara Bersatu berlangsung di Mapolres Jepara pada Sabtu, (30/8/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Massa yang terdiri dari mahasiswa, ojek online (ojol), dan masyarakat menggelar doa bersama dan penyalaan lilin di Halaman Mapolres Jepara sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Afan Kurniawan, pengemudi ojol yang dilindas mobil rantis Barracuda.
Baca juga: Bantu Jaga Inflasi, Perumda Jepara Buat Program Perdana Jualan Bibit Cabai Bagi ASN
Massa kemudian bergeser ke depan Mapolres Jepara dan menyampaikan orasi. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisnu Jepara yang merupakan salah satu koordinator aksi, Adam Mahfudz dalam orasinya menyampaikan 11 poin tuntutan.
Diantaranya meminta pengusutan secara transparan kepada pengemudi rantis Barracuda dan komandan lapangan yang bertanggung jawab atas perintah penggunaan kendaraan taktis serta meminta agar Listiyo Sigit diturunkan sebagai Kapolri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas bobroknya instansi kepolisian.
“Semoga tuntutan kita bisa disampaikan kepada pusat dan tidak hanya disampaikan di meja. Kita tunggu pers rilisnya di Instagram apakah sudah dilaporkan ke pusat atau belum,” katanya dalam aksi orasi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso mengaku siap untuk menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung ke Mabes Polri. Ia juga menandatangani poin tuntutan yang dibawa massa aksi.
“Saya sebagai Kapolres Jepara menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa melayani masyarakat dengan baik,” katanya.
“Dan saya siap membawa langsung ke Mabes Polri untuk menyampaikan semuanya,” katanya.
Setelah orasi, sekitar pukul 20.00 WIB mobil komando meninggalkan Mapolres Jepara diiringi dengan shalawat dari anggota Polwan.
Situasi masih berlangsung kondusif, meskipun beberapa massa yang mengenakan penutup wajah sempat membakar kayu serta kardus, di sekitar lokasi aksi.
Setengah jam kemudian, massa aksi yang ternyata masih berkumpul di dekat jembatan kali kanal, tidak jauh dari lokasi kembali mendatangi Mapolres Jepara. Suasana menjadi ricuh. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dan massa aksi bergerak berhamburan di sekitar lokasi jembatan kali kanal.
Seluruh anggota polisi kemudian digerakkan untuk membubarkan massa. Situasi di sekitar Mapolres Jepara berhasil dikondisikan hingga pukul 23.00 WIB.
Seluruh aparat keamanan, termasuk TNI juga disiagakan sejak awal demo. Sebab pada Sabtu malam, di area Kota Jepara berlangsung beberapa kegiatan. Masyarakat banyak yang beraktivitas di titik-titik lokasi keramaian. Meskipun terjadi kerusuhan, suasana di Jepara Kota berlangsung kondusif.
Hingga akhirnya kerusuhan kembali terjadi sekitar pukul 00.36 WIB, Minggu (31/8/2025). Massa bergerak mendatangi area di sekitar kantor DPRD Jepara. Tadinya massa hendak membakar pos polisi yang berada di depan Gedung DPRD Jepara.
Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh aparat TNI yang berjaga sejak awal di lokasi Kantor DPRD. Akan tetapi karena massa semakin banyak, mereka kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Jepara.
Massa memaksa masuk dengan menjebol pagar, kemudian melampari kaca. Kobaran api kemudian membara di halaman kantor DPRD dan merembet ke dalam gedung.
Saat kobaran api, massa yang datang kemudian menjarah barang-barang yang berada di lantai dasar kantor DPRD. Sejumlah barang seperti TV, dispenser, serta barang mebel dibawa oleh massa aksi.
Baca juga: Aksi Solidaritas Ojol Pati, Rencana Akan Nyalakan Lilin untuk Almarhum Affan Kurniawan
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) melalui Plt. Kabid Damkar, Nadjamudin Eka S mengatakan pemadaman api sempat terkendala oleh banyaknya peserta aksi. Sehingga pemadaman baru bisa dilakukan sekitar pukul 01.05 WIB. Ia mengerahkan 18 anggota dan lima unit mobil pemadam kebakaran.
“Kita tidak bisa langsung melakukan pemadaman karena terhalang kondisi peserta yang banyak dan anarkis, karena pertimbangan keselamatan anggota juga. Api berhasil kita padamkan dari pukul 01.05-03.45 WIB,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (31/8/2025).
Akibat peristiwa tersebut, ia mengatakan dua unit sepeda motor ikut terbakar dan dua ruangan di gedung DPRD yaitu ruang komisi juga ikut terbakar.
“Untuk aset-aset yang lain sebelumnya sudah sempat diselamatkan oleh staf DPRD,” ungkapnya.
Editor: Suwoko

