BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Wasev Mabes TNI AD) Kolonel Kav. Zubaedi meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 di Kabupaten Kudus, Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan di 50 titik di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Zubaedi memantau progres pembangunan sasaran fisik seperti sumur bor, jembatan penunjang infrastruktur, jambanisasi untuk 20 rumah, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta sejumlah infrastruktur lainnya. Sasaran nonfisik seperti penyuluhan anti narkoba dan penanggulangan stunting juga menjadi perhatian untuk diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Sambut HUT RI dan Hari Jadi Kudus, Pemkab Hapuskan Denda PBB dan Beri Diskon Retribusi Pasar
“Alhamdulillah progresnya sesuai target. Bahkan Pemkab Kudus memberi dukungan luar biasa, dari semula anggaran Rp1,269 miliar menjadi Rp2,8 miliar. Ini apresiasi yang tinggi dari kami, karena menunjukkan peran pemerintah daerah yang didukung DPR,” katanya.
Zubaedi mengapresiasi capaian TMMD yang berlangsung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, yang dinilainya menunjukkan hasil membanggakan. Beberapa sasaran fisik yang dilakukan dalam TMMD di sana sangat progres dan saat ini dalam tahap pembangunan masih berjalan.
“Secara fisik progresnya on schedule. Harapannya hingga penutupan 21 Agustus nanti tidak ada kendala. Sumur bor yang kedalamannya hingga 125 meter, jembatan yang dibangun, dan sasaran fisik lainnya harus dijaga agar manfaatnya sampai jangka panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi menuturkan, sasaran utama berupa jalan usaha tani (JUT) sudah mencapai 90 persen, sedangkan jembatan yang menjadi sasaran tambahan telah rampung 80 persen dan tinggal tahap finishing.
“Program TMMD di Kudus juga mendukung lima program besar TNI AD, termasuk manunggal air. Di Kudus, kami membangun sumur bor di lima titik dengan kedalaman hingga 125 meter. Airnya akan dimanfaatkan untuk ladang dan perkebunan warga,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga merehab RTLH, mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif untuk ketahanan pangan, termasuk peternakan ayam, kambing, budidaya lele bioflok sebanyak 18.000 bibit, serta tanaman hidroponik.
“Paling utama program bapak KASAD TNI AD, adalah menyatu dengan alam. Pada 21 Agustus ketika penutupan nanti, kami akan menanam 10.000 pohon di area Logung bersama Djarum Foundation untuk menghijaukan lahan tandus,” imbuhnya.
Baca Juga: Ban Meletus, Truk Isuzu Giga Seruduk Dua Mobil Parkir hingga Rumah Warga di Jati Wetan
Wakil Bupati Kudus, Belinda Birton mengucapkan terima kasihnya atas kedatangan Mabes TNI AD ke Kudus. Menurutnya, paling penting dalam pembangunan TMMD ini bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
“Yang terpenting adalah hasil TMMD ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Perawatannya akan kami serahkan ke desa masing-masing,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

