31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Sepi Pengunjung, 5 Ribu Kios dan Los Pasar Tradisional di Kudus Tutup

BETANEWS.ID, KUDUS – Saat ini keadaan pasar tradisional di Kabupaten Kudus sangat memprihatinkan. Setiap hari pengunjung makin sepi, sehingga para pedagang pun mengeluh. Bahkan, kini banyak pedagang yang memilih menutup kios maupun los mereka.

Fenomena penutupan los dan kios tak hanya terjadi di pasar-pasar tradisional yang besar saja, tetapi hampir menyeluruh di Kabupaten Kudus. Jumlah kios dan los pasar tradisional yang tutup pun mencapai ribuan unit.

Baca Juga: Target PAD Retribusi Pasar Tradisional Kudus Baru Tercapai 35,57 Persen

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disdag Kudus, Agus Sumarsono mengatakan, total pasar tradisional di Kota Kretek ada 25. Jumlah tersebut merupakan pasar tradisional yang hanya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

“Dari 25 pasar tradisional tersebut terdapat 13 ribu kios dan los. Namun, untuk saat ini yang buka dan aktif hanya 8 ribu kios dan los, sememtara kurang lebih 5 ribu lainnya tutup,” ujar Sumarsono kepada Betanews.id di ruang kerjanya belum lama ini.

Dia mengungkapkan, banyak kios dan los yang tutup dikarenakan sepinya pengunjung ke pasar tradisional yang terjadi beberapa tahun terakhir. Menurutnya hal tersebut tak hanya terjadi di Kudus saja, tetapi juga di daerah lain.

“Penyebabnya, disinyalir banyak masyarakat, termasuk Kudus yang memilih beralih ke belanja online. Sebab bisa dari rumah, lebih simpel dan barang diantarkan ke rumah,” jelasnya.

Karena banyaknya kios dan los yang tutup, lanjut Sumarsono, tentu sangat berpengaruh pada pendapatan retribusi. Karena tutupnya lama, sehingga mereka tidak lagi membayar retribusi.

“Ketika retribusi tak dibayarkan otomatis berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar,” tuturnya.

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Dugaan Pungli K3S Jati, Ini Dua Rekomendasi Inspektorat Kudus

Dia mengatakan, pada tahun 2025 capaian PAD dari retribusi pasar masih sangat minim dan jauh dari target, hingga semester pertama realisasi capaiannya baru sekira 35,57 persen dari target sebesar Rp15,4 miliar.

“”Dari target retribusi sebesar Rp15,4 miliar tersebut, hingga semester pertama 2025 baru tercapai kurang lebih sebesar Rp5,5 miliar, atau setara 35,57 persen,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER