BETANEWS.ID, KUDUS – Di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mendadak ramai. Puluhan warga tampak berbaris rapi membawa kantong belanja guna memborong sembako murah.
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar sebulan sekali ini memang selalu dinanti. Dalam hitungan jam, beras, gula, minyak goreng, hingga cabai dan bawang langsung ludes diserbu warga.
Baca Juga: Pemkab Kudus Rancang CFN untuk Fasilitasi UMKM Lokal, Kapan Mulai?
Momen itu dimanfaatkan oleh warga untuk membeli sembako dengan harga yang lebih murah dibandingkan. Salah satunya tak lain adalah Endah Rahayu (40), warga Desa Gondangmanis. Bahkan ia mengaku semringah setelah berhasil membawa pulang beberapa barang dalam program tersebut.
“Selisih harganya memang nggak seberapa, cuma seribu-dua ribu. Tapi kalau beli banyak, terasa sekali bedanya,” katanya sambil tersenyum.
Ia mengaku pasar murah seperti ini sangat membantu para ibu rumah tangga, terutama saat kebutuhan membengkak karena hajatan atau acara keluarga. Program itu menurutnya dapat memberikan solusi terbaik, di tengah ekonomi yang tak baik-baik saja.
“Bisa bantu warga, karena tak setiap hari ada,” sebutnya.
Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetyo, menyampaikan, kegiatan ini memang sengaja digelar rutin untuk menekan gejolak harga di pasaran sekaligus mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.
“Tadi pagi warga sudah mulai berdatangan sejak pukul 06.30 WIB. Jam sembilan, sebagian besar barang sudah habis,” kata Didik.
Setidaknya 40 pelaku usaha ikut serta dalam kegiatan itu. Selain bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng, namun dalam GPM juga menggandeng UMKM yang menjajakan produk kuliner, kerajinan, dan barang kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Ranperda RPJMD 2025–2029 Disepakati, DPRD Kudus Beri 10 Rekomendasi untuk Arah Pembangunan Daerah
Didik menambahkan, program itu didukung Perum Bulog serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai kecamatan. Kolaborasi ini membuat harga-harga di GPM bisa ditekan lebih rendah dibanding pasar tradisional.
“Tujuannya jelas, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi lokal terus bergerak,” tegasnya.
Editor: Haikal Rosyada

