31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

SD di Kudus Tak Dapat Murid Baru, Diduga Disebabkan Isu Repgrouping

BETANEWS.ID, KUDUS – Nasib tragis dialami SDN 1 Adiwarno, Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sekolah tersebut sama sekali tak dapat murid baru pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Padahal sebelumnya, sekolah yang berada satu lingkup atau satu kompleks dengan SDN 2 Adiwarni itu mendapatkan delapan murid baru.

Baca Juga: Mendikdasmen Kunjungi MAN 1 Kudus: ‘Perpustakaan Bisa Jadi Sarpras Menuju Sukses’

-Advertisement-

Guru SDN 1 Adiwarno, Nurul Hikmah mengatakan, faktor utama sekolah itu sama sekali tidak mendapatkan murid baru disebabkan munculnya isu repgrouping sejak 2019 silam. Katanya, SD 1 Adiwarno dan SD 1 Tenggeles dari jauh hari sudah dikabarkan akan dimarger dengan sekolah lain.

Menurutnya, SD 1 Tenggeles sudah dimarger lama. Terkait adanya isu marger di SD tersebut yang tidak terjadi, lantaran SD 1 Adiwarno setiap tahunnya selalu ada yang mendaftar, walaupun sedikit-sedikit. Sehingga samoai saat ini isu tersebut tidak terjadi dan masih berlangsung proses kegiatan belajar dan mengajar.

“Jadi isu repgrouping kan SD 1 Tenggeles dan SD 1 Adiwarno, tapi yang terealisasi SD 1 Tenggeles. Alhamdulillahnya, SD sini dapat murid dari tahun ke tahun, walaupun sedikit-sedikit,” bebernya, Sabtu (19/7/2025).

Meski begitu, kata Nurul, munculnya isu repgrouping yang terdengar oleh warga setempat, bahwa SD tersebut bakal ditutup atau dimarger dengan sekolah lainnya jadi kendala utama. Padahal menurutnya, ada masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sana.

“Awalnya mereka beranggapan, kalau tidak terlalu banyak murid, anak malah bisa lebih berkonsentrasi (belajar). Tapi ketika ada omongan sekolah akan dimarger, itu menjadi kendala dan faktor utama, di tahun ini SD 1 Adiwarno tidak dapat murid,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya untuk menarik minat masyarakat agar menyekolahkan anaknya di sana. Termasuk datang langsung ke rumah-rumah warga.

“Mulai semester dua di tahun ini, pihak guru-guru sudah datang ke rumah-rumah warga sini. Karena memang lokasi SD jauh dari RA atau TK, jadi memang belum pernah melakukan sosialisasi atau parenting ke wali murid TK,” ungkapnya.

Namun, kebanyakan warga saat disosialisasikan untuk masuk ke sekolah tersebut, sudah ada pilihan SD lain yang terdapat banyak murid. Selain isu repgrouping, sekolah yang satu komplek dengan SD 2 Adiwarno itu juga jadi faktor.

“Untuk jumlah total siswa, 23 anak. Kelas 1 nol siswa, kelas 2 sembilan siswa setelah ada tambahan satu murid pindahan, kelas 3 dua anak, kelas 4 delapan, kelas 5 tiga anak, dan kelas 6 dua anak,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Kudus Sam’ani Jabat Pos Strategis di APKASI 2025–2030

Plt Kepala SDN 1 Adiwarno, Siti Lestari menambahkan, guru kelas 1 yang seharusnya mengajar siswa baru terpaksa membantu di kelas 3, karena guru di kelas tersebut berstatus guru wiyata.

“Nanti untuk guru kelas 1 tetap dipertahankan, karena statusnya wiyata. Saya juga kasihan kalau nanti tidak bisa melanjutkan proses wiyatanya. Sementara waktu diperbantukan untuk mengajar di kelas 3,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER