BETANEWS.ID, KUDUS – Joglo Dopang, destinasi wisata alam yang kini populer di kalangan warga Kudus dan sekitarnya, ternyata punya cerita unik di balik perkembangannya. Tempat yang dikenal dengan suasana asri pegunungan Muria dan kolam renang yang menarik ini, dulunya bukanlah sebuah tempat wisata, melainkan niat awalnya untuk dibangun sebuah vila pribadi.
Owner Joglo Dopang, Heni Widyastuti (45) mengatakan, awalnya ingin menghadirkan kolam renang pribadi untuk anaknya yang hobi berenang. Rumahnya yang kecil dan lahan yang terbatas membuatnya berpikir untuk mencari lokasi yang lebih luas.
Baca Juga: Tawarkan Pemandangan Gunung Muria, Joglo Dopang Jadi Buruan Wisatawan Berbagai Daerah
“Awalnya saya niatnya cuma mau buat vila pribadi, termasuk ada kolam renangnya, karena anak saya hobi banget berenang. Kondisi luasan rumah yang tidak memungkinkan untuk dibuat kolam renang, akhirnya mencari tempat untuk membuat vila dan ketemu di sini,” bebernya.
Lahan sekitar 2.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut dibeli dari pemilik tanah, seorang TKI Malaysia. Pihaknya pun sudah merencanakan di sekitar bangunan vila akan ditanami pohon durian dan alpukat sebagai penghias tanam.
Sesaat pembangunan kolam renang jadi, tak disangka banyak warga yang menganggap bahwa lokasi itu akan dijadikan tempat wisata baru di Kudus. Terutama anak muda dari luar daerah bahkan tertarik untuk berkunjung di lokasi tersebut.
“Tanpa kami rencanakan, orang-orang mulai berdatangan. Mereka penasaran dan ingin melihat tempat ini. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuka akses bagi umum dan benar saja saat awal pembukaan antusiasme warga membludak,” tutur ibu dua anak tersebut.
Sejak dibuka perlahan pada 2020, meski fasilitasnya masih terbatas, pengunjung tetap berdatangan. Heni pun kemudian mengubah Joglo Dopang menjadi tempat wisata, dengan terus menambah fasilitas dan memperbaiki area sekitar.
“Awalnya hanya ada dua kolam renang. Kini, tempat ini menjadi daya tarik utama di kawasan utara Kudus, terutama saat liburan,” ungkapnya.
Lonjakan pengunjung terlihat jelas saat momen tahun baru dan libur panjang, dengan jumlah pengunjung bisa mencapai 700 hingga 800 orang dalam sehari. Bahkan, air kolam sering kali tak terlihat saking penuhnya pengunjung.
“Pengunjungnya banyak banget, sampai air kolamnya nggak kelihatan. Tapi kami berusaha menjaga kenyamanan dengan menambah fasilitas seperti kamar mandi dan tempat bilas,” terangnya.
Hari biasa, kata dia, sekitar 100–150 orang mengunjungi Joglo Dopang, sementara saat akhir pekan atau libur nasional, angka pengunjung bisa mencapai 300–500 orang. Meskipun begitu, Heni tetap menjaga kualitas pelayanan agar setiap pengunjung merasa puas.
“Untuk lahan dari 2.000 meter persegi, saat ini baru kita bangun mencapai 40 persen. Sisa lahan, rencana mau buat penginapan, karena banyak pengunjung yang saat ini juga tertarik untuk menginap di sini,” jelasnya.
Heni yang berlatar belakang sebagai bidan yang bekerja di RS Keluarga Sehat Pati sejak 2006 hingga 2020 itu kini sukses sebagai seorang wiraswasta. Kerja keras itu dibayar dengan hasil yang saat ini didapatkan.
Baca Juga: Viral di Medsos, Kali Cinta Dukuhwaringin Kudus Diserbu Pengunjung
Salah satu pengunjung asal Demak, Dian Sarlita mengaku, terkesan dengan suasana alami Joglo Dopang yang nyaman untuk berlibur. Bahkan pemandangan alam pegunungan Muria membuatnya betah saat berada di sana.
“Tempatnya sejuk dan asri, kolam renangnya bersih, cocok banget buat liburan keluarga. Ini yang kedua kalinya saya datang kesini, tempatnya bikin candu,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

