BETANEWS.ID, KUDUS – Fayola Jingga Naeva Maheswari, atlet panahan andalan Jawa Tengah, berhasil menyabet medali emas katagori Recurve U-18 Woman Individual, di ajang MilkLife Archery Callange Kejurnas Panahan Junior 2025. Atlet berusia 16 tahun asal Purwokerto itu tampil gemilang di laga final yang menegangkan melawan Anastasya Adinda Puspa dari Lampung.
Yola, sapaan akrabnya, sempat tertinggal pada dua set awal pertandingan. Namun, dengan mental dan fokus tinggi, ia berhasil menyamakan skor menjadi 4-4 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui babak shoot off.
Dalam shoot off, baik Yola maupun Anastasya sama-sama melesatkan anak panah di angka sempurna, yakni di angka 10. Namun, kemenangan akhirnya berpihak pada Yola setelah anak panahnya dinilai lebih dekat ke titik tengah sasaran (x), yang menjadi penentu utama akurasi dalam pertandingan tersebut.
“Awalnya gemetar, mental sempat terguncang, tapi beruntung ada pelatih yang terus memberi motivasi untuk tenang dan bermain santai. Alhamdulillah bisa juara” ujar siswi SMA Negeri 3 Purwokerto itu.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar yang ia hadapi tak hanya tekanan mental, tetapi juga karena kondisi cuaca. Angin yang dirasa kencang membuatnya sedikit terkendala.
“Anginnya cukup besar, jadi harus pintar-pintar mencari posisi yang pas supaya anak panah tetap tepat sasaran,” ungkapnya.
Tidak hanya meraih emas di nomor individu, Yola juga menyumbangkan medali dari nomor lainnya, seperti beregu dan juga mix team. Secara keseluruhan, ia berhasil membawa pulang lima medali, yakni dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
“Tadi di beregu nggak bisa ngulang (menang), karena kan bareng teman, jadi kalau salah satu terpengaruh, mental tim bisa goyah. Terpenting untuk di nomor beregu memang harus saling menguatkan dan saling memberi motivasi,” katanya.
Prestasi gemilang yang didapatkan merupakan buah dari perjuangan panjang Yola sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Ia mengaku menjalani latihan rutin setiap hari, memperbaiki teknik secara konsisten, dan mendapat dukungan penuh dari orang tua serta pelatih.
“Motivasi terbesar saya itu dari orang tua dan pelatih. Mereka yang terus mendukung dan membimbing saya selama ini,” tuturnya.
Manajer Kontingen Jateng sekaligus Sekretaris Pengprov Panahan Jateng, Martin Sudarmono bersyukur, timnya berhasil menjadi juara umum, dan mengukuhkan dominasinya selama empat tahun ini untuk cabor panahan junior. Menurutnya, Jateng mengumpulkan total 79 medali, terdiri 32 emas, 22 perak, dan 25 perunggu.
Baca Juga: Kandang Ayam di Kandangmas Kudus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp55 Juta
“Alhamdulillah, strategi yang kami terapkan berhasil. Kami memberangkatkan atlet terbaik hasil seleksi provinsi. Hasilnya, Jateng kembali menjadi juara umum di Kejurnas panahan junior 2025,” terangnya.
Ia mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi pembinaan dan iklim kompetisi yang sehat di Jawa Tengah. Martin berharap prestasi ini bisa dipertahankan di Kejurnas Panahan Junior 2026 yang juga akan digelar kembali di Kudus.
Editor: Haikal Rosyada

