81 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kudus Selama Semester Pertama 2025, Didominasi Hubungan Sesama Jenis

BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 81 kasus baru HIV ditemukan selama semester pertama tahun 2025, terhitung sejak Januari hingga Juni. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 kasus terjadi pada laki-laki dan 20 pada perempuan.

Manajer Penanggulangan Kasus HIV/AIDS KPA Kudus, Eni Mardiyanti, menjelaskan bahwa jumlah tersebut tergolong relatif kecil, namun tetap menunjukkan bahwa penularan HIV masih berlangsung dan perlu diwaspadai.

Baca Juga: Festival Lamporan Desa Soneyan Kenalkan Kesenian dan Budaya Warisan Leluhur

-Advertisement-

“Kalau melihat dari data, jumlah temuannya memang tidak banyak. Namun tetap harus menjadi perhatian karena terus ditemukan kasus baru,” kata Eni kepada Betanews.id di ruang kerjanya, Senin (7/7/2025).

Menurut Eni, faktor penyebab tertinggi dari penularan HIV di Kudus masih didominasi oleh hubungan sesama jenis, terutama laki-laki suka laki-laki (LSL), dengan jumlah 34 kasus. Selain itu, tercatat 24 kasus berasal dari kalangan pembeli seks, dan lima kasus dari wanita pekerja seks tidak langsung (WPS/TL).

“WPS tidak langsung itu adalah perempuan yang secara administrasi di KTP-nya tertulis sebagai karyawan swasta atau ibu rumah tangga, tapi ternyata juga menjual jasa seksual,” jelasnya.

Yang juga menjadi sorotan, kata Eni, adalah lima kasus HIV yang terjadi pada ibu rumah tangga. Mereka tertular dari suaminya yang diketahui kerap melakukan hubungan seksual berisiko di luar pernikahan.

Selain itu, terdapat dua kasus penularan pada pekerja seks, serta sembilan kasus lain dari berbagai penyebab, yang turut menambah daftar panjang penderita HIV di Kudus.

Baca Juga: Sejarah Bubur Asyura di Kudus: dari Kapal Nabi Nuh hingga Buka Luwur Sunan Kudus

Eni menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini, terutama bagi mereka yang berada dalam kelompok berisiko.

“Pemeriksaan dan pengobatan sejak dini sangat penting agar HIV tidak berkembang menjadi AIDS dan bisa ditangani dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER