31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Tumbuhkan Karakter Anak, Disdikpora Kudus Launching Program Sekolah plus Ngaji 

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melakukan sosialiasi dan launching program Sekolah plus Ngaji, di Pusat Belajar Guru (PBG), Kamis (19/6/2025). Program tersebut diinisiasi untuk menumbuhkan pendidikan berkarakter bagi anak, khususnya di sekolah dasar (SD) Kota Kretek.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, Harjuna Widada mengatakan, melalui program tersebut pihaknya ingin mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan non formal yang bisa menumbuhkan karakter anak. Untuk itu, dia mengajak semua kepala sekolah dan guru untuk mensukseskan program yang akan diterapkan pada ajaran baru 2025/2026.

Baca Juga: Gali Potensi Siswa Bidang Numerik, UMK Gelar Mathematics Competition

-Advertisement-

“Bersama-sama kita mensukseskan program ini. Mari kita membuat sekolah yang nyaman, aman, dan penuh inspirasi bagi anak, serta anak dapat memperdalam ilmu pengetahuan,” katanya usai launching program tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa program itu dibuat menyesuaikan dengan visi misi Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang berfokus pada pendidikan berkarakter dan berkearifan budaya. Ia menyebut, penerapan program tersebut cukup dengan guru agama di masing-masing sekolah.

“Outputnya nanti bisa menambah ilmu dan menambah pendidikan berkarakter. Untuk siswa yang non muslim nanti, ini baru yang beragama Islam,” ujarnya.

Setidaknya, kata Harjuna, ada tiga SD yang menjadi percontohan program itu. Di antaranya meliputi, SD 2 Melati Kidul, SD 1 Ngembal Kulon, dan SD 4 Bulungcangkring.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menambahkan, program Sekolah plus Ngaji diperuntukan bagi sekolah dasar di Kabupaten Kudus. Dia berharap dengan adanya program itu, karakter anak jadi lebih bagus.

“Kita melihat, karakter anak perlu ditingkatkan. Sehingga (setelah program berjalan) tidak ada lagi perundungan di SD dan menghindari anak tidak menghormati gurunya,” jelasnya.

Anggun menyebut, ada empat poin untuk penerapan program. Meliputi menulis, menghafal, membaca, dan pembiasaan ibadah sehari-hari yang sejalan dengan program dari Kemendikdasmen, yaitu tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Program ini nanti masuknya ekstrakulikuler sekolah. Cuma nanti kita ambil waktu, di antara pelaksanaan PKBM atau disela-sela,” tuturnya.

Baca Juga: PWI LS Desak Bangunan Makam Habib Ja’far Al Kaff Kudus Dibongkar

Sementara itu, Kepala SD 2 Melati Kidul, Nita Yuliani mengaku sudah menerapkan program itu sejak Juli 2023 silam, dengan program unggulannya tahfidz yang menghafal Al-Qur’an juz 30. Selama dua tahun ini, pihaknya sudah meluluskan 19 anak yang menghafal Al-Qur’an juz 30.

“Pada tahun kemarin ada 15 anak dan tahun ini ada empat siswa. Alhamdulillah untuk progres setiap tahunnya menunjukan perkembangan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER