BETANEWS.ID, JEPARA – Di seberang Indomaret Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, terdapat sebuah kedai kecil dengan nuansa hijau yang ramai dikunjungi. Dengan tulisan besar “Es Dawet Durian” kedai ini menjadi tempat menarik perhatian banyak orang, baik oleh warga sekitar maupun pengunjung dari luar kota, terutama saat terik siang hari.
Kedai es dawet durian ini didirikan oleh Muhammad Yusuf Irfani (19) bersama temannya, Muhammad Sadam Asyari (21). Yusuf begitu ia akrab disapa, mengungkapkan bahwa bisnis ini dimulai dari ketertarikannya pada dunia kuliner dan pengalaman yang didapatnya selama bersekolah di SMK Tata Boga.
Baca Juga: Berkat Ide Kreatif Sang Ayah, Erwin Kini Punya Usaha Unik yang Menjanjikan
“Awalnya memang gak sengaja, saya dan teman saya dulu belajar tata boga di SMK Kedung Jepara. Setelah lulus, daripada nganggur, kami coba buka usaha kecil-kecilan,” ujarnya.
Es dawet durian yang menjadi andalan di kedai ini terdiri dari berbagai isian seperti nangka, mutiara, tape, cincau, dawet, dan durian segar. Selain varian es dawet durian, ada juga Dawet Ori, Dawet Susu, Dawet Rainbow, dan Dawet Duren Susu. Semua menu disajikan dengan es serut, santan, dan gula aren yang memberikan rasa manis dan segar.
“Wadahnya bervariasi, bisa pakai gelas cup, mangkok, atau plastik jika pelanggan ingin membungkusnya,” jelas Yusuf saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Nasi Kuning Legendaris di Kudus Ini Masih Eksis Ditangan Generasi Ketiga
Harga satu porsi es dawet ini cukup terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp17.000. Kedai Es Dawet Durian buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB, kecuali hari Jumat. Tidak hanya melayani pembeli di tempat, kedai ini juga sudah terdaftar di GrabFood, memudahkan pelanggan untuk memesan dari rumah.
“Pada hari libur, kedai kami bisa habis sekitar 70 porsi. Sementara di hari biasa, biasanya sekitar 50 porsi. Di akhir pekan, kami bahkan bisa menghabiskan hingga 2 kilogram dawet,” tambahnya.
Penulis: Zuhaira Millatina, Mahasiswa Magang UNISNU Jepara
Editor: Haikal Rosyada

