BETANEWS.ID, KUDUS – Di pertigaan tugu Desa Besito, Gebog, Kudus, tepat di sebelah barat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said, aroma sedap tercium dari sebuah gerobak yang dikerumuni pembeli. Gerobak itu tak laian milik Ahmad Jailani, penjual Sate Kenyil alias Sate Aci yang kini menjadi favorit pelajar di Kudus.
Meski hanya berjualan di pinggir jalan, daya tarik sate aci buatannya bukan main. Perpaduan aroma bawang, bumbu kacang, kecap manis, dan tambahan cabai bubuk bagi penyuka pedas, membuat pembeli datang kembali.
Baca Juga: Dijual Hangat-Hangat, Aneka Rosol Misbah Selalu Laris Diborong Wisatawan
Pria yang akrab disapa Kang Cepot itu membeberkan, setiap hari membawa 1.000 tusuk sate aci yang dijual dengan harga Rp500 per tusuk. Sebelum pukul 08.00 WIB, ia sudah bersiap di Pasar Besito. Setelah itu, ia berpindah ke kawasan barat SMK Raden Umar Said hingga stoknya habis.
“Kalau yang suka pedas, tinggal tambah cabe bubuk sendiri. Sudah saya sediakan. Omzet sehari bisa Rp500 ribu, tergantung jumlah. Tapi biasanya ya terjual semua,” ujarnya.
Kang Cepot adalah perantau asal Bogor yang memutuskan berjualan ke Kudus. Sebelumnya, ia pernah berjualan es doger. Tapi karena sifatnya musiman, Kang Cepot mulai mencari alternatif yang lebih stabil.
“Kan es doger itu musiman. Musim hujan libur, kalau sate aci kan nggak ada musimnya,” tuturnya saat ditenui beberapa waktu lalu.
Kang Cepot mengaku, peralihan ke sate aci tidak semulus yang dibayangkan. Ia belajar secara otodidak lewat video-video YouTube dan pernah gagal produksi.
“Sesuai resep YouTube, tapi malah pecah saat ditusuk. Ternyata takarannya nggak cocok,” jelasnya.
Baca Juga: Tawarkan Jajanan Kekinian, Warung G&H Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus
Tak patah semangat, Kang Cepot mengutak-atik ulang perbandingan tepung terigu dan kanji hingga menemukan komposisi yang pas. Hasilnya, ia dapat membuat sate aci yang kenyal dan tidak mudah pecah saat ditusuk.
“Selain berjualan sate, saya juga menjalankan usaha katering di rumah. Saya menerima pesanan untuk berbagai acara seperti hajatan atau resepsi,” tambah Kang Cepot.
Penulis: Muhammad Wildan, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus
Editor: Haikal Rosyada

