BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Kyai Telingsing, Desa Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, tampak sebuah gerobak sederhana bertuliskan “Aneka Risol”. Letaknya tidak jauh dari kawasan Menara Kudus yang setiap hari ramai oleh peziarah dan warga lokal. Di balik gerobak itu, Misbah (47), seorang penjual gorengan, terlihat sibuk mengangkat risol dari penggorengan kecilnya. Asap tipis mengepul, aroma minyak goreng dan bawang goreng tercium kuat di sana.
Sembari beraktivitas, Misbah bercerita, ia mulai berjualan di kawasan ini sejak tahun 2023. Setiap hari, ia membawa serta berbagai jenis gorengan buatan sendiri, seperti risol mayo, risol ayam, risol rouget, pastel, tahu isi ayam suwir, tahu isi jamur, sosis solo, hingga pisang coklat.
Semua dagangan itu digoreng langsung di tempat menggunakan minyak bersih. Menurut Misbah, gorengan paling nikmat jika dimakan dalam keadaan hangat.
Baca juga: Berkat Resep Nenek, Tia Sukses Bisnis Keong Srutup yang Jadi Favorit di Jepara
“Kalau sudah dingin, biasanya keras dan alot. Orang lebih suka yang baru diangkat dari wajan,” ujarnya sambil membungkus satu kantong risol untuk pembeli.
Misabah memilih berjualan di lokasi tersebut karena melihat lokasi yang ramai oleh peziarah, wisatawan, dan warga yang lalu lalang setiap hari. Selain itu, ia percaya berdagang di dekat makam tokoh agama seperti Sunan Kudus membawa keberkahan tersendiri.
“Tempat ini memang ramai, tapi saya juga merasa tenang jualan di sini. Rezekinya insya Allah lebih berkah,” ucapnya saat ditemui beberapa hari lalu.

