BETANEWS.ID, KUDUS – Lalu lalang langkah para mahasiswa tampak ramai di depan gerbang Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus. Di ujung gang sempit, satu per satu dari mereka terlihat berhenti di sebuah warung sederhana. Tempat jajan kekinian yang kini jadi andalan mahasiswa kampus tersebut tak lain adalah Warung G&H.
Warung ini dikelola oleh Santi (29), perempuan gigih yang tak gentar banting setir dari dunia aksesoris ke usaha kuliner. Dulu, ia dan suaminya menggeluti bisnis aksesoris di Pasar Kliwon. Namun, saat omzet terus menurun, mereka memutuskan memulai lembaran baru dengan berjualan makanan.
“Awalnya cuma nitip ke warung-warung, sekarang Alhamdulillah bisa buka kedai sendiri,” ujar Santi saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Jualan Ikan Asap Pinggir Jalan, Ide Bisnis Baru Berikan Keuntungan Besar
Di Warung G&H, pembeli dimanjakan dengan berbagai pilihan menu kekinian. Di antaranya risol mayo, pisang coklat (piscok), cheese roll, corndog, wonton, cireng kuah, hingga aneka mi kekinian. Semua makanan tersebut dibuatnya sendiri, mulai dari adonan, chili oil, hingga minyak bawangnya.
“Semua menu di sini homemade. Gak ada yang aku beli matengan. Semua aku olah sendiri tanpa bahan pengawet,” kata Santi.
Selain dikenal enak, harganya pun ramah kantong, yakni mulai dari Rp1.500 saja. Dari sejumlah makanan yang ia jual, risol mayo menjadi menu yang paing laris. Dalam sehari ia mampu menjual sekitar 180 risol.
Santi juga menjelaskan, bahwa Warung G&H buka dua sesi, pagi hingga sore (08.00–15.00 WIB) di dekat Kampus UIN, dan sore hingga malam (15.00–21.00 WIB) di cabang depan Kopi Bento Kudus.
Baca juga: Es Tung Jadul, Tawarkan Cita Rasa Nostalgia dengan Sentuhan Kekinian
“Rumah kontrakanku di pinggir jalan, dekat MAN, dekat pondok, dan dekat Kopi Bento juga. Ya siapa tahu ada yang mampir,” tambahnya.
Penulis: Seli Rukhmana, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus, Editor: Ahmad Rosyidi

