Tak Perlu Sewa Lagi, Petani di Kudus Dapat Bantuan Pompa Air

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kudus memberikan bantuan pompa air kepada Kelompok Tani (Poktan) di lima kecamatan. Bantuan alsintan itu diberikan di Gedung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Undaan, Rabu (9/10/2024).

Untuk diketahui, bantuan tersebut sebagai bagian dari program nasional, yaitu Perluasan Areal Tanam (PAT). Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dengan menyediakan akses irigasi yang lebih baik, terutama di lahan-lahan yang selama ini mengalami kesulitan air.

Baca Juga: UMKM yang Terlibat Program MBG Wajib Punya SLHS, Berikut Cara Buatnya

-Advertisement-

Kabid Pertanian Dispertan Kudus, Agus Setiawan menjelaskan bahwa distribusi pompa dilakukan dalam tiga tahap dengan total sebanyak 74 unit pompa air. Menurutnya, kali ini merupakan bantuan tahap ketiga dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Tahap pertama ada 47 unit pompa yang diserahkan secara simbolis oleh Penjabat Bupati Kudus di Pendopo, tahap kedua 16 unit, dan terakhir ini 11 unit. sehingga totalnya 74 unit,” beber Agus.

Bantuan tersebut, katanya, disalurkan ke lima kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jati, Undaan, Mejobo, dan Jekulo. Bantuan pompa itu menurutnya bervariasi, mulai dari 3 hingga 8 inci, disesuaikan dengan luas lahan dan kebutuhan masing-masing kelompok tani.

“Ini juga mempertimbangkan sumber air di wilayah mereka. Kalau kebutuhan air besar dan cakupan luasan lahannya lebih luas, mereka mendapat pompa dengan kapasitas yang lebih besar,” tambah Agus.

Ia menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu strategi untuk mengantisipasi krisis pangan global. Mengingat beberapa negara pengekspor beras kini mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan impor.

“Dengan adanya program ini, kami harapkan indeks pertanaman bisa ditingkatkan, misalnya dari sekali setahun menjadi dua kali, sehingga produksi pangan nasional bisa meningkat,” jelasnya.

Meskipun stok pangan di Kudus saat ini mencukupi, Agus menegaskan bahwa produksi pangan bersifat nasional. “Kita harus ikut serta dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Perhitungan terakhir menunjukkan bahwa Kudus memiliki stok beras yang cukup untuk tiga bulan ke depan,” ujarnya.

Shodikin, Sekretaris Kelompok Tani Bereman Desa Sambung, mengungkapkan bahwa bantuan pompa sangat bermanfaat bagi petani, khususnya bagi irigasi persawahan di daerahnya. Dengan bantuan itu, setidaknya bisa memaksimalkan menambahan irigasi di areal tanamnya.

“Kami menerima dua pompa berukuran 3 inci dan 4 inci. Dengan bantuan ini, kami tidak lagi bergantung pada sumber air dari Kedung Ombo yang saat ini airnya sangat minim,” ungkap Shodikin.

Baca Juga: Terjaring Razia Indekos, Pasangan Tak Resmi di Kudus Segera Dinikahkan Orang Tuanya

Hal senada juga diungkapkan oleh Widodo, ketua Poktan Tani Makmur Desa Kaliwungu. Menurutnya, hal itu sangat membantu petani. Dimana sebelumnya pihaknya sering menyewa pompa, saat ini bisa sedikit lega karena hanya memikirkan untuk bahan bakarnya saja.

“Ini pertama kalinya kami mendapat bantuan pompa, sebelumnya kami hanya bisa meminjam dari dinas. Pompa 3 inci ini akan sangat membantu mengaliri lahan seluas 70 hektar yang kami kelola,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER