31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Gonta-Ganti Jualan, Akhirnya Ali Mulai Temukan Kesuksesan di Crepes

BETANEWS.ID, KUDUS – Di seberang jalan SMK Tamansiswa Kudus, tampak seorang pria berkaus merah sibuk melayani satu per satu para pembeli yang antre. Dia adalah Ali Imron Rosyadi (34), penjual crepes keliling yang kini menetap di Kudus setelah berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain.

Setelah melayani semua pembeli, Pria asal Madura itu berbagi cerita tentang perjalanan usahanya. Ia mengaku pernah berjualan di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebelum akhirnya menemukan kenyamanan dan keberhasilan di Kudus.

Sebelum memutuskan menetap di Kudus, ia sempat bekerja di Surabaya menjual tahu krispi dan Sate Madura. Tidak berjalan sesuai rencana, Ali kembali ke Madura, ia beralih menjual papeda. Namun, pada akhirnya, dia memilih merantau ke Kudus untuk mencoba peruntungan baru.

-Advertisement-

Baca juga: Dari Jual di Trotoar hingga Sering Pindah, Ini Kisah Jatuh Bangun Wito Bisnis Ikan Hias

“Saat di Surabaya jualan tahu krispi dan sate Madura. Waktu di Madura, saya jual papeda,” ujarnya sambil mengenang, beberapa waktu lalu.

Ali melanjutkan, ia sering berpindah-pindah kota dengan pertimbangan seberapa baik penjualannya di tempat tersebut. Baru di Kudus lah ia merasa usahanya lebih menguntungkan dibandingkan di daerah lain.

“Di sini lebih laku, saya jadi semangat untuk terus berinovasi menyesuaikan selera pasar. Kalau di Kudus saya tinggal di rumah saudara” ungkapnya.

Baca juga: Dulu Jualan Keliling, Kini Silo Jajakan Es Teler yang Larisnya Bikin Omzet Melejit

Sehari-hari, Ali memiliki jadwal yang cukup padat. Pagi hingga sore ia menjajakan crepes di tempat-tempat strategis seperti MTs Muallimat NU Kudus, Ma’ahid, TBS, SMP 1 Kudus, dan TPQ-TPQ. Sedangkan malam hari, ia berjualan di pusat keramaian seperti di alun-alun atau pertandingan sepak bola yang sudah pasti ramai pengunjung.

Dia menyediakan berbagai varian menu crepes mulai meses, nanas, melon hingga kombinasi seperti cokelat keju pisang manis dan cokelat orea keju kacang manis. Harganya juga bervariasi mulai Rp3 ribu sampai Rp7 ribu.

“Setiap tempat ramai, alhamdulillah, penghasilannya cukup. Saya bisa berpindah tempat sampai tujuh kali sehari, dan jika berjualan sampai sore, ada sekitar sebelas lokasi yang saya datangi,” jelasnya.

Penulis: Chindy Saifani, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER