Waw, Perputaran Uang Gebyar PKL Kudus Diperkirakan Capai Rp4 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Perayaan HUT Kudus kali ini mencatatkan pencapaian luar biasa, terutama di ajang Gebyar PKL yang digelar selama 10 hari, 13-23 September 2024.

Kepala Dinas perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Andi Imam Santoso mengestimasikan, perputaran uang dalam acara gebyar PKL mencapai Rp4 miliar.

Baca Juga: Jadwal Pembuatan Paspor Jemaah Haji Kudus 2025 Dimulai Bulan Depan

-Advertisement-

“Target kami perputaran dari acara Gebyar PKL ini adalah Rp4 miliar selama dalam 10 hari pelaksanaan. Karena tidak hanya dari sektor perdagangan, namun juga ada penyediaan parkir yang itu memberikan efek bagus dan menggeliatkan ekonomi secara keseluruhan.” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (24/9/2024).

Hal tersebut, merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk pengendalian inflasi di Kudus dengan cara mengadakan kegiatan ekonomi kerakyatan. Kegiatan tersebut, dianggap sukses dengan memberikan kebahagian semua elemen, utamanya kepada masyarakat Kabupaten Kudus.

“Bagi saya sukses, karena dari sisi kebahagian masyarakat juga baik. Ini dari pergerakan dari teman-teman paguyuban sendiri, non APBD. Kami hanya memfasilitasi ijin dan tempatnya saja,” jelasnya.

Acara tersebut tak hanya diisi oleh pelaku UMKM lokal, tapi juga melibatkan UMKM dari luar daerah. Hal ini menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha di Kudus. 110 stand terlibat dalam acara Gebyar PKL memeriahkan HUT Kudus.

“Kalau berbicara masalah perekonomian, kalau hanya mengandalkan Kudus saja, perputarannya akan stagnan. Tapi dengan melibatkan UMKM dari luar, uang yang masuk akan lebih besar. Di sini kami berusaha membentuk persaingan sehat, sekaligus menciptakan transfer ilmu perdagangan yang bisa dipelajari oleh UMKM lokal,” terangnya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Kudus Minta Peserta Tak Segan Laporkan Ketidakpuasan Layanan

Ia menuturkan, efek dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh para pedagang yang terlibat langsung, tetapi juga oleh berbagai sektor pendukung seperti jasa penitipan, hingga penyedia jasa parkir. Terbukti, beberapa daerah di luar Kudus seperti Jepara, Demak, dan Pati tertarik dalam even yang terselenggara di Kabupaten Kudus.

“Kami berupaya menarik uang dari luar daerah untuk masuk ke Kudus. Ini adalah salah satu cara kami mengendalikan inflasi melalui perekonomian kerakyatan yang baik,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER