BETANEWS.ID, KUDUS – RS Mardi Rahayu berkomitmen untuk terus melayani pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di desa yang berdekatan dengan lokasi rumah sakit, yaitu Desa Jati Wetan. Tak hanya memberikan edukasi stunting hingga pemberian makanan bergizi dan susu UHT untuk anak, RS Mardi Rahayu juga menyerahkan bantuan ke posyandu yang ada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr Pujianto menyampaikan, pihaknya juga menyerahkan bantuan kursi sebanyak 50 buah di posyandu yang berada di RT 1 RW 2, Desa Jati Wetan. Penyerahan bantuan berupa kursi tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan masyarakat, baik di bidang kesehatan dan kegiatan lainnya.
Baca Juga: RS Mardi Rahayu Galakkan Program Jangan Sampai Ibu Glowing tapi Anak Stunting
“Pada saat ini kami juga menyerahkan bantuan kursi 50 buah, yang kita harapkan bisa dipakai untuk mendukung kegiatan masyarakat. Baik di bidang kesehatan, seperti penyuluhan seperti ini, adapun kegiatan yang lain,” bebernya, Senin (22/7/2024).
Sehingga, katanya, program pemerintah di bidang kesehatan dan lainnya dapat dilaksanakan dengan baik sampai di tingkat RT. Untuk sasaran yang dipilihnya, karena lokasi berdekatan dengan lokasi rumah sakit.
“Jadi mardirahayu membina posyandu lansia maupun posyandu di Desa Jati Wetan ini, koordinasi dengan kepala desa. Sasaran ini kita pilih merupakan wilayah yang berdempetan langsung dengan RS Mardi Rahayu,” ungkapnya.
Ia mengaku, di lokasi yang berdempetan langsung dengan rumah sakit itu, pihaknya tak mau masih ada anak stunting, juga bisa melaksanakan kegiatan kemasyarakatan dengan lancar.
“Jadi kita tidak ingin di tempat pelayanan yang sangat dekat ini, masih ada anak stunting. Kita juga mendukung program penanganan stunting di Desa Jati Wetan bersama dengan Puskesmas Jati,” tuturnya.
Baca Juga: Peringati 10 Muharram, YPUMK Santuni Ratusan Anak Yatim
Adanya penyuluhan stunting tersebut, kata Pujianto, karena pihaknya sangat prihatin dengan kondisi anak di Kabupaten Kudus, yang angka stunting-nya mencapai 14,7 persen. Padahal, secara nasional angka stunting hanya 13 persen. Kegiatan itu juga sebagai tindak lanjut dari program yang diinisiasi oleh Pemkab Kudus yaitu “Si Cantik” (aksi cegah anak stunting dengan intervensi kolaboratif).
“Jadi kita prihatin, karena di Kudus ini angka stunting-nya 14,7 persen, padahal nasional itu 13 persen. Tentu ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh stakeholder kesehatan, masyarakat, dan pemerintah untuk bisa menyelesaikan masalah stunting ini. Sehingga bisa di bawah angka nasional yaitu 13 persen,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

