BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu memberikan penyuluhan penyegahan stunting pada ibu-ibu di lapangan Bulutangkis Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (22/7/2024). Tema utama edukasi tersebut adalah “Jangan Sampai Ibu Glowing, tapi Anak Stunting”.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr Pujianto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Si Cantik (aksi cegah anak stunting dengan intervensi kolaboratif) oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.
“Hari ini kami melakukan penyuluhan bagi warga.Bersamaan dengan itu kami juga melakukan aksi pemberian makanan bergizi dan susu UHT untuk 60 anak di RT 1 RW 2, Desa Jati Wetan,” bebernya.
Baca juga: Praja IPDN Temukan Data Kemiskinan dan Stunting di Kudus Tak Sinkron
Menurutnya, di era modernisasi ini, kebanyakan ibu bermain media sosial. Mereka membagikan momen-momen di media sosial dengan tampil cerah dan glowing. Meski begitu, menurutnya, hal itu dipersilahkan, asal juga memperhatikan pertumbuhan si buah hati.
“Jadi di era media sosial ini sering sekali kita melihat, ibu-ibu itu membagikan momen-momen ketika dia glowing, menjaga kebugaran atau setelah makeup pada acara tertentu. Itu bukan hal yang salah, silakan saja tapi jangan sampai anak-anak stunting,” ungkapnya.
Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi anak di Kabupaten Kudus, yang angka stunting-nya mencapai 14,7 persen. Padahal, secara nasional angka stunting hanya 13 persen.
“Tentu ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh stakeholder kesehatan, masyarakat, dan pemerintah untuk bisa menyelesaikan masalah stunting ini, sehingga bisa di bawah angka nasional yaitu 13 persen,” tuturnya.
Baca juga: Komitmen Kudus Bebas Stunting 2024: PKK Gelar Pelatihan Menu Sehat
Salah satu peserta, Evinda Argi Kurnia mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Evi juga merasa terbantu, apalagi dengan mempunyai anak bayi dan menerima bantuan makanan bergizi.
“Harus prioritaskan anak, nomor satu, ya. Jangan sampai ibunya dulu tapi anaknya kayak gitu (stunting), kan kasihan ya. Apalagi, kan, anaknya masih bayi, rata-rata di sini,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

