31 C
Kudus
Sabtu, Juli 13, 2024

Praja IPDN Temukan Data Kemiskinan dan Stunting di Kudus Tak Sinkron

BETANEWS.ID, KUDUS – Praja Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) mengakhiri masa magangnya di Kabupaten Kudus, Senin (1/7/2024). Acara pelepasan 535 Praja tersebut berlangsung di Aula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus.

Rektor IPDN, Hadi Prabowo, mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tugas membantu pendataan warga miskin dan stunting. Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, mereka mendata 34.474 kepala keluarga (KK) yang terdiri 118.490 warga.

“Untuk hasil pencarian data kemiskinan itu dibagi-bagi per kategori. Tapi dari data yang dikumpulkan oleh anak-anak Praja IPDN, ada 4.162 KK yang keluar dari zona kemiskinan. Kemudian yang tidak terverifikasi karena meninggal dan pindah itu ada 735 KK,” bebernya.

-Advertisement-

Baca juga: Jadi Lingkaran Kemiskinan, BKKBN Minta Pekerja Gaji UMR Maksimal Punya 2 Anak

Melihat data tersebut, kata Hadi, angka kemisikinan di Kudus sejak Mei sudah turun 4.8921 jiwa. Kemudian untuk angka stunting tinggal 0,4 persen atau 3.580 kasus.

Menurutnya, ketika bicara angka kemiskinan dan stunting sering terjadi perbedaan antara data di lapangan dan pemerintah. Sebab, Badan Pusat Statistik  (BPS) menggunakan sistem sampling, kalau Data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) itu berdasarkan populasi kemasyarakatan.

“Lha ini kita padukan keduanya supaya ada keterpaduan. Sehingga angka kemiskinan dan stunting di Kudus yang 0,4 persen sebanyak 3.580 balita itu sudah berkurang sekali,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti, menambahkan, dari hasil pendataan Praja IPDN, nanti akan menjadi bahan pemkab untuk penentuan kebijakan pengentasan kemiskinan, stunting, dan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Baca juga: 65 Ribu Warga Kudus Hidup dalam Kemiskinan, Hanya Turun 900 Orang dari Tahun Lalu

“Setelah ini, kami akan mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan BPS agar nanti bisa menyinkronkan datanya. Karena bagaimana pun itu jadi acuan kebijakan ke depanya,” ujarnya.

Sebagai informasi, angka kemiskinan menurut BPS pada 2023 mencapai 65 ribu jiwa atau setara 7,24 persen. Sementara angka stunting berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus di angka 15,7 persen.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER