Di pusat kuliner Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, telah lama dikenal sebagai jujugan para penggemar makanan lentog. Kuliner khas Kudus yang terdiri dari lontong dengan kuah santan ini, paling cocok dinikmati untuk sarapan.
Di antara banyaknya warung di pusat kuliner itu, ada satu warung yang tampak ramai pembeli. Warung tersebut yakni warung Lentog Tanjung Pak Warsito. Di sana, terlihat seorang perempuan sedang duduk sembari menuangkan kuah ke dalam piring yang sudah diisi irisan lontong.
Perempuan tersebut tengah menyiapkan pesanan para pembeli yang telah duduk di depannya, menunggu lentog tanjung dihidangkan. Perempuan itu tak lain adalah Sediyati (51), warga asli Desa Tanjung Karang yang kini berjualan lentok tanjung.
Baca juga: Ini Tiga Tempat Kuliner Legendaris di Solo, Ada yang Langganan Jokowi
Di sela-sela kesibukannya berjualan, dirinya bersedia untuk berbagi cerita kepada Betanews.id tentang makanan khas Kudus itu. Sediyati menjelaskan, lentog tanjung pada umumnya disajikan dengan piring yang dilapisi daun pisang.
Lentog Tanjung berisi lontong, tahu, tempe, dan gori muda dengan diguyur kuah santan di atasnya. Kuliner yang dinamakan lentog tanjung ini merupakan kuliner asli Desa Tanjung Karang, Kudus.
“Dinamakan lentog tanjung karena tanjung merupakan nama desa ini. Sedangkan, lentognya merupakan perpaduan dari lontong, sayur gori, dan tahu,” ucap wanita yang sudah merintis usaha sejak tahun 1991 itu.
Untuk bumbu kuah lentog tanjung, katanya, terdiri dari bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, laos, penyedap rasa, dan santan. Memiliki rasa lezat dan gurih menjadikan lentog tanjung disukai banyak kalangan. Bahkan, banyak pembeli dari luar kota yang sudah mencicipi lentog tanjung di warung Pak Warsito.

