Lentog Tanjung Pak Warsito, Warung Kuliner Khas Kudus yang Tak Pernah Sepi Pembeli

Mengetahui para santri yang sudah bergegas ke Menara, seorang wali yang bernama Mbah Sukesi atau dikenal dengan nama Mbah Kulah menuturkan, “Nek ana rejaning zaman, wong Tanjungkarang aja ana sing dodolan sega, merga ganggu pembangunan (masjid)”.

Berhubung warga Tanjung Karang tidak boleh berjualan nasi, karena dianggap menggangu pembangunan, akhirnya memilih untuk berdagang lentog sebagai pengganti nasi. Hal tersebutlah yang menjadikan Desa Tanjung Karang dikenal dengan makanan khasnya, yakni lentog tanjung.

“Mbah Sukesi juga pernah bilang, katanya kalau anak cucunya jualan lentog, bakalan sukses. Alhamdulillah benar, semua warga di sini sukses, pada laris jualannya,” tanbahnya saat ditemui beberapa waktu lalu. (Ella Kartika Sari – PPL IAIN Kudus)

-Advertisement-

Editor: Ahmad Rosyidi dan Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER