31 C
Kudus
Kamis, Juli 18, 2024

Pernah Viral di TikTok, Penjual Citul di Jepangpakis Ini Selalu Ramai Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak sedang menggoreng beberapa adonan citul di sebuah wajan yang cukup besar. Setelah matang, citul tersebut kemudian dikemas dengan kertas sebelum masuk ke kantong plastik. Perempuan itu tak lain adalah Sahra Mishel (18), owner Juragan Ice yang menjual aneka camilan.

Setelah menyiapkan dagangan, Mishel, begitu ia akrab disapa, berbagi cerita tentang camilan andalan Juragan Ice, yaitu citul. Dia menjelaskan, citul merupakan makanan yang terbuat dari tepung tapioka. Adonan tepung yang dalam bahasa sunda disebut aci itu kemudian ditusukkan tulang dengan bentuk menyerupai paha ayam.

Baca juga: Siomay Ngapak Depan UMK Ini Selalu Dikerumuni Mahasiswa, Apa Istimewanya?

-Advertisement-

“Proses pembuatan citul itu lumayan ribet, butuh ketelatenan dan kesabaran. Kita mulai dengan tepung tapioka yang harus diuleni dengan air panas, lalu membentuknya seperti bulatan dan memipihkannya satu per satu. Setelah itu, baru menambah isian ayam suwir dan memasukkan setengah tulang ayam ke dalam kulit citulnya. Kemudian membentuknya lagi menyerupai ayam goreng sebelum merebusnya. Yang terakhir adalah memberi baluran tepung panir. Jadi sekomplet itu,” jelasnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kedai yang berlokasi di Desa Jepangpakis, RT 05 RW 04, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu ternyata pernah viral di Tiktok berkat menu citulnya. Hingga kini, citul seharga Rp3 ribu itu selalu ludes diserbu pelanggan.

Meskipun citul masih menjadi primadona di Juragan Ice, menu-menu lain juga terbilang banyak peminat. Menu itu seperti kebab, corndog, hotang, croffle, sosis bakar, cireng, dan burger. Menu-menu tersebut ia jual mulai harga Rp2-5 ribu.

Baca juga: Sering Dipesan untuk Acara, Tahu Bakso Suci Ini Pakai Resep Khas Ungaran Lho

Berhubung usahanya masih termasuk usaha rumahan, ia menjual dengan harga yang bersahabat. Hal itu agar dagangannya bisa dijangkau semua kalangan.

“Saya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Untuk membuat citulnya saja, sehari bisa menghabiskan 12 kilogram tepung dan ayam. Itu pun langsung habis di sore hari,” bebernya.

Penulis: Era Amanda Sari, Mahasiswa Magang UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER