31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

Murah Meriah, Kue Gandos di Dekat Menara Kudus Ini Selalu Laris Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi jalan yang tak jauh dari Menara Kudus, terlihat seorang pria paruh baya sedang menuangkan adonan kue gandos ke dalam cetakan pemanggang. Tak jauh dari sana, tercium aroma sedap kelapa khas kue gandos yang menarik perhatian para pejalan kaki. Pria itu tak lain adalah Sutisna (52), warga Tasikmalaya yang memilih untuk mengais rezeki di Kudus demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Di tengah kesibukannya melayani pembeli, ia bersedia berbagi informasi mengenai usahanya. Sutisna mengungkapkan, bahwa dirinya sudah empat tahun menjalani usaha jajanan tradisional itu.

Menurutnya, kue gandos merupakan makanan khas Tasikmalaya. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue gandos juga mudah ditemukan, di antaranya tepung beras, kelapa parut, terigu, santan, gula, dan garam.

-Advertisement-

Baca juga: Meski Hasilnya Tak Tentu, Walin Selalu Semangat Jual Gandos Demi Cukupi Kebutuhan

Ciri khas kue tersebut pada tekstur lembut dan cita rasa gurih karena tambahan garam dan kelapa parut. Untuk membuatnya, cukup dipanggang dalam cetakan loyang dengan api kecil.

 “Selain bahan mudah didapat, cara membuatnya juga mudah. Biasanya setelah berjualan saya langsung mampir ke warung yang menjual bahan-bahan tersebut. Tapi khusus kelapa saya membeli di pasar,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Setiap hari, Sutisna memulai kegiatannya pukul 04.00 WIB, dari mencampur bahan-bahan menjadi adonan yang siap untuk dipanggang. Setelah semua siap, pada pukul 06.00 WIB Sutisna berangkat berjualan hingga pukul 14.00 WIB.

“Saya berjualan setiap hari. Kalau pas ramai, ya, agak molor hingga pukul 15.00 WIB. Biasanya bisa menghabiskan sekitar 2-2,5 kilogram adonan,” ucapnya.

Sutisna menjelaskan, momen ketika dagangannya laris, yakni setiap Jumat, Minggu, pada waktu buka luwur, gelaran Dandangan, dan tanggal merah. Selain anak sekolah dan santri pondok, peziarah juga menjadi target pembelinya.

Baca juga: Es Cincau Hijau di Dersalam Ini Cepat Habis, Harganya Cuma Rp3 Ribu

Untuk harga, Sutisna menjual kue gandos  Rp500 per biji. Namun, kebanyakan pembeli di sana antara Rp5.000 hingga Rp10.000.

Sutisna menambahkan, memilih usaha tersebut karena ia berkeinginan untuk mengikuti jejak kakaknya. Saudaranya itu sudah sukses berjualan kue gandos di Tasikmalaya.

“Saya ingin ikut jejek kakak, tapi saya memilih merantau. Modal awal sekitar Rp1 juta, itu untuk membeli gerobak, tungku, wajan pemanggang, dan juga bahan bakunya,” tambahnya.

Penulis: Fauzul Amalia, Mahasiswa Magang UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER