31 C
Kudus
Sabtu, Juli 13, 2024

Meski Muncul Alat Modern, Tenun Tradisional Troso Tetap Jadi Favorit Konsumen (4)

BETANEWS.ID, JEPARA – Di sebuah rumah produksi kain tenun Desa Troso, Jepara, tampak sejumlah orang sedang fokus menenun. Seorang pria mengenakan kaus berkerah dengan motif garis-garis terlihat mengecek hasil pengerjaan mereka. Dia tak lain adalah Abdul Rozak, seorang pengrajin Tenun Troso yang sudah menggunakan alat semi modern.

Sambil menunjukan sejumlah alat yang ia miliki, pria yang akrab disapa Rozak itu sudi berbagi cerita tentang perbedaan alat tenun tradisional dan semi modern. Menurutnya, kedua alat tersebut tidak terlalu jauh berbeda. Hanya saja, dalam proses pengerjaan alat tenun semi modern bisa lebih menghemat tenaga.

Proses produksi kain Tenun Troso di salah satu rumah produksi. Foto: Nur Maisya Ayyasy

“Menurut saya, kedua metode ini memiliki keunggulan masing-masing. Proses dengan mesin lebih ringan tenaganya, tetapi tenunan manual sering kali diinginkan oleh konsumen karena hasilnya lebih halus dan kualitasnya lebih terjaga,” ungkap Rozak, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Perajin Kain Tenun Troso Ini Pernah Diendorse Sandiaga Uno, Apa sih Keistimewaan Produknya?

Namun demikian, tidak semua jenis tenunan cocok untuk alat semi modern. Tenunan yang tebal biasanya harus dilakukan secara manual, karena mesin cenderung membuat bagian pinggir tidak rata.

Meski sudah menggunakan alat semi modern, Rozak masih lebih banyak menggunakan alat tradisional. Dari jumlah 70 alat yang dia miliki, 20 alat semi modern dan 50 alat tenun tradisional.

“Walaupun saya menggunakan alat semi modern untuk proses penenunan, tapi tahapan-tahapan sebelumnya seperti persiapan benang dan pembuatan pola tetap secara manual,” jelasnya.

Dengan peralatan yang dimilikinya, Rozak mampu memproduksi sekitar 1.500 potong kain tenun dengan berbagai motif dalam seminggu. Produk-produk tersebut dikirim ke berbagai daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Bali, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta.

Baca juga: Jepara Diproyeksikan Jadi Kota Pariwisata dan Industri, Andalkan Ukir, Tenun Troso, dan Karimunjawa

“Motif kain disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Misalnya, motif yang diminati di Kalimantan tentu berbeda dengan yang di Sulawesi,” jelasnya.

Rozak tidak menjalani usahanya sendirian. Dia mengakui bahwa ada ratusan orang yang membantunya dalam proses produksi, tersebar di berbagai lokasi seperti Purwodadi sekitar 12 orang, Demak sekitar 30 orang dan di Desa Troso sekitar 20 orang.

“Dalam menjalankan penjualan, saya melayani baik secara online maupun offline. Namun, ada beberapa hambatan dalam penjualan online, terutama dari pesaing yang menawarkan harga lebih murah,” beber Rozak.

Penulis: M Imam Shodiqin, Mahasiswa Magang Unisnu

Editor: Ahmad Rosyidi

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER