BETANEWS.ID, KUDUS – Lapak telur gulung Latansa yang ada di depan Masjid Roudlotus Sholihin, Conge, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak ramai pembeli. Lapak milik Muhammad Subiyanto (47) itu memang selalu laris. Saking ramainya, lapak itu sanggup menjual hingga 400 sampai 450 tusuk telur gulung dalam sehari.
Yanto, sapaan akrabnya pantas bangga, karena meski baru dirintis Maret 2024, usahanya itu selalu laris manis. Dalam lapaknya itu, ia menawarkan telur gulung dan telur gulung bihun.
“Usaha ini baru tak rintis setelah saya jatuh dari kerja  di kuli bangunan, waktu itu tangan sama punggung saya tulangnya retak, jadi tidak boleh lagi kerja yang berat-berat. Kemudian daripada tidak bisa kerja, ya, jualan telur gulung,” ucap Yanto, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Jajanan Cireng dan Cilor di Ngembalrejo Ini Selalu Ramai Diserbu Pelajar
“Baru berjalan dua bulan, tapi alhamdulilah orang-orang sini pada suka. Jadi saya semangat untuk jualannya,” imbuhnya.
Karena kebanyakan pembeli anak-anak sekolah, maka Yanto mematok harga satu telur gulung Rp1.000 dengan dua varian bumbu, yaitu balado dan jagung manis.
“Sebenarnya bukan hanya anak-anak aja yang beli di lapak saya. Banyak juga anak muda hingga orang tua. Jadi untuk harga Rp1.000 sudah normal lah itu, soalnya kan kadang ada naik turunnya bahan-bahan”, tuturnya.
Baca juga: Sediakan Banyak Rasa, Penjual Jasuke di GOR Kudus Ini Tak Pernah Sepi Pembeli
“Sedangkan kalau untuk omzet kira-kira sebulan bisa sampai Rp4 juta kalau ramai. Sedangkan pas sepi Rp2-2,5 jutaan,” ungkapnya.
Yanto berjualan telur gulung setiap hari berkeliling dari tempat satu ke tempat yang lainnya mulai pukul 9.00 WIB hingga 22.00 WIB. Tempat jualan yang ia sering kunjungi yaitu depan masjid conge. Menurutnya, tempat tersebut cukup strategis lantaran dekat dengan pondok dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus.
Penulis: Zuhaira Millatina, Mahasiswa Magang Unisnu
Editor: Ahmad Rosyidi

