BETANEWS.ID, KUDUS – Memiliki tekstur yang kenyal berisian ayam suwir berpadu dengan gurihnya bumbu balado yang pedas adalah magnet bagi pelanggan untuk mencicipi cireng. Salah satu penjual yang jadi primadona adalah milik Sukarman (72) di depan Masjid Roudlhotus Sholihin, Dukuh Conge, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Sukarman berjualan cireng dan cilor baru berjalan sekitar setahun. Dulunya ia bekerja sebagai pembuat genteng dari 1975. Dengan sisa tenaga yang sudah tidak sekuat seperti dulu, ia akhirnya memilih merintis usaha sendiri.
“Jadi resepnya, ya, semua minta tolong ke teman yang juga jualan cireng. Terus bikin sendiri ternyata laku,” terangnya, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Sediakan Banyak Rasa, Penjual Jasuke di GOR Kudus Ini Tak Pernah Sepi Pembeli
Jajanan itu ia jual dengan harga Rp1.000 per bijinya. Menurutnya, cilor menjadi menu favorit yang sering cepat habis karena harga yang terjangkau. Lokasi jualan yang berdekatan dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus juga jadi tempat strategis karena banyak para pelajar yang memburu jajanannya.
“Varian rasanya cuman asin, balado, dan pedas. Peminatnya sering yang varian bumbu pedas,” ucapnya.
Setiap hari, dia menyiapkan adonan mulai pukul 7.00 WIB, lalu berangkat berjualan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Saat paginya ia mangkal di dekat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. Jika sudah mulai siang ia pindah ke depan masjid Roudlotus Sholihin.
Ia berjualan berkeliling dengan menggunakan gerobak berwarna merah dan kuning. Dalam sehari ia biasa menjual cireng hingga 100 biji, sedangkan adonan cilor bisa menghabiskan hingga dua kilogram.
Baca juga: Modal Rp10 Ribu Sudah Bisa Dapat Jajanan Kekinian Citul Mertua yang Lagi Hits
Sukarman menjelaskan, cireng dan cilor terbuat dari bahan sama yaitu tepung kanji dan gandum. Untuk pembuatan cilor, adonan tersebut kemudian diberi bumbu berupa bawang putih, garam, dan penyedap rasa. Setelah semua tercampur kemudian diberi air dan dikukus sampai matang.
“Setelah adonan cilornya tadi matang, terus dipotong-potong, lalu digoreng dalam cetakan bundar dikasih campuran telur. Cilor itu singkatan dari aci telor,” katanya.
Sedangkan cireng, atau singkatan dari aci goreng merupakan adonan yang sama dengan cilor tetapi tanpa dikukus dan diberi isian berupa ayam suwir.
Penulis: Nur Maiysya Ayyasy, Mahasiswa Magang Unisnu
Editor: Ahmad Rosyidi

