31 C
Kudus
Minggu, Mei 19, 2024

Ada Layanan Terapi Gratis di Kudus Loh, Tandai Lokasinya

BETANEWS.ID, KUDUS – Happy Dream yang saat ini membuka cabang di Kabupaten Kudus, menyita perhatian masyarakat, khususnya bagi pasien yang menderita sakit beraneka macam. Berlokasi di Jalan Cut Nyak Din, Kelurahan Melati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus, ratusan pasien antusias mengikuti layanan terapi gratis itu.

Owner Terapi Happy Dream, Yuni Frenggi Antika (35) mengatakan, terapi yang menggunakan alat terapi asal Korea Selatan dengan alat terapi gelombang smart plus dan pemanasan. Melalui alat tersebut, pasien yang datang disuguhi dengan pelayanan secara gratis dengan mencoba alat sampai kapanpun. Pihaknya juga menyediakan alat serupa jika memang pasien tertarik membeli.

Baca Juga: Pemkab Kudus Gelontorkan Rp44,4 Miliar untuk Tunjangan Guru Swasta

“Terapi Happy Dream merupakan terapi dari Korea, kita juga menggunakan alat dari Korea. Sistem ke pasien coba gratis sampai kapanpun terapinya, selama kita masih berada di daerah ini. Alatnya menggunakan sistem gelombang smart plus dan terapi matras pakai batu germanium,” bebernya, Rabu (8/5/2024).

Menurutnya, batu germanium dalam alat matras tersebut menghasilkan sinar inframerah gelombang jauh. Sehingga alat tersebut dipercaya bisa membantu meningkatkan kesehatan dan mengobati segala macam penyakit.

“Sebagian besar pasien yang datang menggunakan pelayanan terapi gratis. Setidaknya 80 persen pasien di sini lakukan terapi gratis, sedangkan 20 persen sisanya menggunakan pelayanan VIP. Untuk VIP membayar Rp2,5 juta rutin datang sebulan dengan dua jam terapi,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya tak membedakan semua pasien yang datang, baik itu gratis ataupun dengan pelayanan VIP. Semua pasien diperlakukan sama, sehingga banyak pasien yang datang ke tempat tersebut.

Ia menuturkan, buka di Kudus sejak awal tahun 2024 setidaknya ada sebanyak 200 pasien datang setiap hari ke lokasi tersebut. Dimana pelayanan terapi yang dilakukan mulai pukul 7.00-16.00 WIB, setiap Senin-Sabtu. Khusus untuk hari Sabtu, buka sampai pukul 12.00 WIB.

“Alhamdulillah antusiasme warga tidak hanya dari Kudus, tapi juga dariPati, Demak, bagus. Tamunya kami pernah melayani 208 pasien dalam sehari, sekarang ini rata-rata ada 180-190 pasien, karena Kudus merupakan kota sibuk, banyak warganya yang tidak bisa datang setiap hari,” ujarnya.

Tika mengungkapkan, pasien yang datang dengan keluhan penyakit beraneka ragam. Salah satunya, penyakit diabetes banyak diderita warga Kudus, karena rata-rata masakan di Kudus manis. Setidaknya ada 35 persen penderita diabetes yang melakukan pengobatan terapi di sana. Selebihnya ada juga penderita penyakit struk, dan kolesterol tinggi.

-Advertisement-

“Alhamdulillah, selama ini banyak pasien yang mengaku ada perubahan yang signifikan. Asalkan mereka juga semangat untuk menjaga pola makanan, sebab sumber dari penyakit itu salah satunya dari makanan yang dikonsumsi. Terlebih kita juga selalu menanamkan pola berpikir positif,” tuturnya.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Vokasi di Kudus, DWP Kemendikbud Dukung Peningkatan Kualitas

Salah satu pasien, Surinah mengaku, ada perubahan yang cukup signifikan semenjak ia mulai terapi di sana. Dengan keluhan penyakit struk yang dideritanya, kini dengan terapi yang ia jalani sejak Januari 2024 membuahkan hasil.

“Badan terasa enteng. Karena sebelumnya, kalau dibuat jalan terasa sakit. Alhamdulillah saat ini sudah agak enakan, jadi setiap hari selalu rutin melakukan terapi di sini,” imbuh warga Desa Loram Wetan RT 4 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER