31 C
Kudus
Kamis, Mei 23, 2024

Telo Gondeng Asal Kandangmas Ini Ternyata Rutin Kirim ke Jakarta

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat mengangkat telo gondeng atau kolak telo di tempat produksi gula merah di Dukuh Sekandang Tempel RT 01, RW 01, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kudapan bercita rasa manis itu lalu digantung tak jauh dari tempat memasak.

Setelahnya, pria bernama Siswanto itu lantas memasukkan telo gondeng mentah ke kuali besar lagi. Sesekali, ia mengambil kayu bakar untuk membuat api tetap menyala. Meski sudah lama membuat telo gondeng, tapi dia baru merasakan jajanan itu viral 2019 lalu.

“Jualan kolak telo sudah lama dan viral-viralnya itu 2019 lalu. Pengiriman bisa sampai ke luar pulau bahkan pembuatan bisa sampai berton-ton kolak telo. Sekarang paling ke Jakarta aja. Soalnya sudah kewalahan,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (03/04/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Warung Bakso Spesial Pak Gino di Panjang Kudus yang Sudah Jadi Primadona Sejak 1984  

Menurutnya, yang paling rutin memesan adalah warga Kudus, Jepara, Demak, Pati, dan Purwodadi. Setiap harinya dia bisa produksi 50-60 kolak telo. Sedangkan kalau akhir pekan bisa mencapai 200 buah.

Siswanto mengungkapkan, biasanya dirinya membuka warung mulai 8.00 WIB, sehingga harus memulai produksi mulai subuh. Mengenai harga, dirinya membanderol Rp15 ribu per kilogram. Sedangkan untuk dua kilogram harganya Rp25 ribu.

“Kalau nggak bulan puasa, ya, harus ready pagi-pagi. Tapi kalau bulan puasa produksinya agak siangan. Biasanya kalau misal produknya masih sisa kayak sepuluh bungkus itu dibeli sama orang-orang mancing. Jadi, alhamdulillah selalu habis,” beber Siswanto.

Baca juga: Viral di TikTok, Seblak Nagih di Gebog Kudus Ini Omzetnya Nggak Main-Main 

Sementara itu, salah seorang pembeli Herman, mengaku sudah langganan selama satu tahun di kolak telo Siswanto.

Alhamdulillah sudah langganan lama satu tahunan, lah, hampir setiap minggu selalu beli ke sini. Harganya juga murah dan terjangkau,” ujar warga Tanjungrejo, Kudus itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER