BETANEWS.ID, JEPARA – Sesuai dengan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, jadwal pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemilihan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dimulai pada 17 April hingga 18 November 2024.
Ketua KPU Kabupaten Jepara, Ris Andy Kusuma, menjelaskan, meskipun sudah dimulai hari ini, tapi untuk mekanisme pendaftarannya saat ini sedang dibahas oleh KPU RI. Menurutnya, terdapat dua opsi yang nantinya akan digunakan untuk perekrutan.
Pertama, menggunakan mekanisme evaluasi, yakni PPK, PPS, KPPS Pemilu 2024 akan dievaluasi dari segi kinerja, komitmen, etika, dan beberapa item lain. Dari hasil penilaian tersebut, jika terdapat evaluasi maka akan diambilkan dari pendaftar yang berada di bawahnya.
Baca juga: PDIP Jepara Buka Peluang Usung Non Kader Dalam Pilkada 2024, PAC: ‘Harus dari Kader’
Kedua, menggunakan mekanisme seleksi terbuka. Jika menggunakan mekanisme ini maka seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses pendaftaran dari awal.
“Meskipun hari ini tahapan sudah dimulai masih menunggu kabar dari KPU RI yang hari ini ada rapat di Jakarta,” katanya saat ditemui di Kantor KPU Jepara, Rabu (17/4/2024).
Rapat tersebut, menurutnya, akan dilaksanakan selama tiga hari sampai dengan 19 April 2024. Hasil keputusan terkait mekanisme mana yang akan digunakan diperkirakan akan diketahui pada Sabtu (20/4/2024).
Selain prose perekrutan PPK, PPS, hingga KPPS, pada bulan April juga akan dilakukan penyerahan penduduk potensial pemilih dari KPU RI pada 24 April sampai dengan 31 Mei 2024. Untuk Jepara, menurutnya diperkirakan data tersebut akan dikirim pada 12 Mei 2024.
Baca juga: Mawahib Mantap Nyalon Bupati Kudus 2024, Klaim Akan Dapat Rekom dari Golkar
Setelah data tersebut diterima, ia menambahkan, nantinya akan dilakukan validasi dan diperkirakan juga akan dilakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih.
“Untuk coklit kemungkinan tetep proses dari awal menunggu DP4 (Data Penduduk Potensi Pemilih) 12 Mei disampaikan (oleh KPU RI) nanti kita validasi, dan tetep ada coklit ulang kemungkinan di bulan Juni,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

