BETANEWS.ID, PATI – Mengenakan kaus berwarna hitam, pemuda itu tampak memantau kendaraan truk yang akan mengangkut kerbau dari kandang miliknya. Siang itu, satu kerbau miliknya diambil oleh pembeli asal Kudus.
Pemuda bernama Kholifaturrokhim (26) itu menyebut, setiap hari setidaknya ada empat hingga lima kerbau yang laku terjual dari kandang miliknya.
“Itu kalau tanpa bakul, rata-rata segitu. Tapi kalau ditambah bakul ya bisa sampai sekitar 10 ekor,” ujar pria asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati itu.
Baca juga: Tak Perlu Jual ke Pasar Hewan, Peternak di Pati Ini Sudah Jadi Jujugan Pencari Kambing Kurban
Rokhim bercerita, bahwa ia sudah menekuni bisnis peternakan kerbau ini sudah sejak ia duduk di bangku SMA.
“Sebenarnya sudah ikut bapak jualan kerbau ini sejak kecil. Tapi mulai serius ikut terjun di bisnis peternakan kerbau ini sejak masuk SMA. Jadi memang sejak kecil sudah belajar sama bapak,” imbuhnya.
Namun ketika SMA itu, saat menjalankan bisnis peternakan kerbau, ia masih didampingi sang ayah. Baru ketika sudah lulus kuliah, ia baru benar-benar dilepas atau menjalankan bisnis secara mandiri.
Kini, ia mengelola satu kandang kerbau yang ada di Sukolilo. Untuk satu kandang bisa muat sampai dengan 40 an ekor kerbau.
Ketika menjelang Hari Raya Iduladha, biasanya kandang miliknya itu bisa sampai tidak muat. Sehingga harus ditempatkan di kandang satunya lagi yang berada di Kudus. Namun, ketika masih tidak muat, akan ditempatkan di sekitar kandang.
Baca juga: Lebih Untung, Banyak Peternak Sapi di Kudus Beralih Ternak Kambing
Menekuni bisnis peternakan kerbau, menurutnya, lebih menguntungkan dibandingkan dengan ternak sapi. Harga jual kerbau katanya relatif lebih mahal dibanding dengan harga sapi.
“Harga cenderung mahal kerbau, selisih Rp2 juta sampai Rp3 juta. Kalau sapi mungkin Rp19 juta, dengan ukuran yang sama, kerbau itu bisa sampai Rp23 juta. Jadi perbedaannya cukup signifikan,” ungkapnya.
Di tempatnya, ia menyediakan kerbau dengan harga mulai dari Rp14 juta hingga Rp35 juta. Namun, rata-rata harga kerbau di kandangnya di kisaran Rp21 juta hingga Rp23 juta.
Editor: Ahmad Muhlisin

