BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa sound horeg yang berasal dari Jawa Timur (Jatim) terlihat sudah berada di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sebagian sound tersebut ada yang mulai setting untuk cek sound, ada pula sound yang sudah melakukan cek sound untuk persiapan takbir keliling (Tarling).
Kepala Desa (Kades) Kutuk, Supardiyono mengatakan, pelaksanan tarling di Desa Kutuk tahun ini akan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Lantaran, tahun ini tarling di desanya akan diramaikan dengan beberapa replika, 20 sound horeg, hingga pesta kembang api.
Baca Juga: Pembangunan 4 Gedung Produksi SIHT Akan Digenjot Setelah Lebaran
“Rencana kegiatan di kutuk akan lebih meriah dibandingkan tahun kemarin, karena kemarin masih ada batasan karena kendala covid. Untuk tahun ini, peserta takbir keliling diikuti oleh 20 masjid dan mushola, dengan diramaikan sound horeg dari Jatim,” bebernya saat ditemui di kediamannya, Senin (8/4/2024).
Tak hanya sound horeg dengan harga per satu soundnya yang mencapai puluhan juta, tarling juga dimeriahkan dengan pesta kembang api senilai Rp100 juta. Menurutnya, harga penyewaan sound horeg tersebut juga mencapai puluhan juta.
“Biaya sound ada yang Rp35 juta, Rp40 juta, Rp55 juta. Dana tersebut dari swadaya masyarakat atau iuran pemuda di masing-masing masjid dan mushola. Kemudian untuk biaya pesta kembang api dari donatur dan warga yang hobi,” ungkapnya.
Ia menyebut, pelaksanaan tarling dengan begitu megah sudah menjadi tradisi warga masyarakat Desa Kutuk. Meski terbilang berhamburan, namun warga masyarakat Desa Kutuk tetap sengkurung melaksanakan setiap tahunnya.
Baca Juga: 19 Poliklinik RSUD Kudus Tetap Layani Pasien pada Cuti Lebaran, Ini Daftarnya
“Namanya iuran kadang ada yang keberatan, karena terpaksa ya ada, tapi ya rata-rata banyak yang setuju. Bagi yang tidak mampu, seberapa tidak dipaksa yang penting ikhlas, tidak ada target. Ini sudah biasa dilakukan, dan kebanyakan pemuda sudah menyisihkan uang selama satu tahun sebelumya,” tuturnya.
Untuk pelaksaan tarling, kata Supardiyono, akan berpusat di lapangan Desa Kutuk. Sebelum dilaksanakan tarling, seremonial dan pesta kembang api akan dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tarling dengan berputar sesuai rute yang sudah ditentukan.
Editor: Haikal Rosyada

