31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Tinggi Gelombang di Laut Jepara Capai 2,5 Meter, Nelayan Tak Berani Melaut

BETANEWS.ID, JEPARA – Tinggi gelombang di perairan laut Jepara saat ini diperkirakan mencapai 2,5 meter. Akibat kondisi tersebut, nelayan tidak berani melaut.

Juned (56), salah satu nelayan dari Kelurahan Jobokuto mengaku sudah sepuluh hari tidak melaut. Namun menurutnya, rata-rata nelayan lain baru tidak melaut sekitar lima hari yang lalu.

Baca Juga: Hasil Penelitian Kemenkes Soal DBD Jepara Diperkirakan Keluar Dua Pekan Lagi

Selama tidak melaut, ia menggunakan waktu kosongnya untuk memperbaiki mesin kapal dan peralatan lain seperti jaring ikan.

“Ya Nderok (nganggur), sambil memperbaiki jaring, mesin, jadi sekalian libur sekalian diperbaiki semua. Nanti pas gelombang laut sudah mulai mereda, persiapan melaut sudah ada,” katanya pada Kamis (14/3/2024) di Pelabuhan Niaga Jepara.

Berdasarkan pantuan di lokasi, kapal milik nelayan juga banyak yang bersandar di sekitar lokasi Pelabuhan Niaga Jepara. Selain di lokasi tersebut, Dermaga kapal di Pelabuhan Kartini Jepara juga penuh dengan kapal nelayan.

Himbauan kepada nelayan agar tidak melaut ditengah tingginya kondisi gelombang juga sudah disampaikan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara.

Kepala UPP Kelas II Jepara, Juwita Sandy Sary mengatakan kapal dengan draft kapal atau bagian kapal yang masuk ke dalam air laut dibawah dua meter seperti kapal tradisional, kapal nelayan dan kapal penumpang dihimbau untuk tidak melaut.

“Kapal dibawah draft dua meter kalau bisa jangan berlayar, Sedangkan kapal dengan draft di atas dua meter kami persilahkan untuk berlayar,” katanya saat ditemui di Kantor UPP Kelas II Jepara.

Dalam memberikan himbauan, Kantor UPP Kelas II Jepara menggunakan dasar prakiraan cuaca dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara.

Himbauan tersebut menurutnya juga rutin disampaikan kepada para nelayan maupun stakeholder terkait yang mengelola kapal penumpang dengan harapan tidak menimbulkan kekecewaan dari para penumpang kapal.

Baca Juga: Pelayaran Dihentikan, 120 Wisatawan Masih Terjebak di Karimunjawa

Ia sendiri juga belum dapat memperkirakan kapan kondisi gelombang tinggi akan segera berakhir.

“Himbauan ini sampai kapan, kita belum tau. Tapi akan selalu kita update terus sesuai dengan data dari BMKG dan pantauan SROG,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER