BETANEWS.ID, JEPARA – Tidak adanya rute pelayaran dari Karimunjawa-Jepara pada Rabu (13/3/2024) akibat cuaca buruk, menyebabkan 120 wisatawan saat ini terjebak di Pulau Karimunjawa.
Camat Karimunjawa, Muadz menjelaskan 120 wisatawan yang saat ini masih terjebak di Karimunjawa sebelumnya berangkat menggunakan Kapal Expres Bahari 8F pada Senin (11/3/2024).
Baca Juga: Kasus DBD di Jepara Mulai Turun
“Mestinya mereka kembali ke Jepara Rabu (13/3/2024). Tapi karena cuaca buruk, Rabu kapal tidak berlayar,” katanya saat dihubungi melalui telepon.
Berdasarkan surat edaran pelayaran yang dikeluarkan oleh PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur Cabang Karimunjawa, Kapal Ekspress Bahari 8F yang seharusnya berangkat dari Karimunjawa-Jepara batal berangkat akibat cuaca buruk.
Sebagai gantinya, kapal tersebut dijadwalkan kembali berlayar besok pagi, Kamis (14/3/2024) pukul 07.00 WIB. Namun dengan catatan tetap memperhatikan cuaca di lapangan.
Terpisah, Ketua Paguyuban Biro Wisata Karimunjawa, Sudarmono juga menyatakan bahwa akibat cuaca buruk, ratusan wisatawan tidak bisa kembali ke Jepara. Namun sejauh ini kondisi mereka terpantau masih aman.
Lebih lanjut ia mengatakan, kebanyakan dari wisatawan datang ke Karimunjawa melalui biro wisata. Sehingga wisatawan yang saat ini terjebak di Karimunjawa, masih ditanggung oleh biro wisata.
Selain itu, menurutnya para wisatawan tersebut sejauh ini juga masih sanggup membayar penginapan. Meskipun mereka terpaksa pindah ke penginapan yang harganya lebih murah. Seperti dari hotel pindah ke homestay.
“Belum ada yang melaporkan tamunya kehabisan uang dan tidak bisa bayar. Sejauh ini masih terkendali,” jelasnya.
Berdasarkan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang laut untuk hari ini dan besok berkisar di 1,25 meter hingga 2,5 meter. Dengan kecepatan angin antara 10-25 knots.
Baca Juga: Hari Pertama Puasa, Harga Daging Ayam di Jepara Capai Rp37-45 Ribu Per Kilogram
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Ony Sulistijawan, mengatakan penyeberangan Jepara-Karimunjawa atau sebaliknya untuk dua minggu ke depan hanya mengandalkan kapal Exspress Bahari. Sebab KMP Siginjai sedang dilakukan docking.
“Kapal hanya bisa menyeberang ketika cuacanya memungkinkan. Kalau buruk, tidak boleh berlayar. Apalagi saat ini kondisi laut dan cuacanya cukup buruk. Kita tidak bisa memastikan jadwal keberangkatan kapal,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

