31 C
Kudus
Jumat, April 19, 2024

Tanggul Sungai Wulan Jebol Lagi, Korban Banjir Demak Kecewa dan Sebut Penambalan Gagal

BETANEWS.ID, DEMAK – Tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak jebol lagi di titik yang sama, Minggu (17/3/2024) dini hari. Kembali jebolnya tanggul ini sangat disayangkan warga karena kembali merendam permukiman dan melumpuhkan Jalur Pantura. Bahkan, mereka menyebut penambalan tanggul itu gagal.

Warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Suyoto (62), menyebut dengan gamblang bahwa penambalan tanggul Sungai Wulan telah gagal. Bahkan, banjir saat ini lebih parah dibanding sebelumnya. Apabila penambalan tanggul berhasil, harusnya tidak jebol di titik yang sama.

Kondisi Jalur Pantura Demak yang kembali terendam banjir. Foto: Rabu Sipan

“Penambalan tanggul yang pertama itu gagal. Bagaimana tidak gagal, tanggul sungai ada debit air naik, kok, jebol lagi,” ujarnya saat ditemui di Jembatan Tanggulangin, Senin (18/3/2024).

Baca juga: Banjir di Jalan Tanjungkarang Kudus Capai 60 Cm, Motor Tak Bisa Lewat

“Padahal yang mengerjakan penambalan tanggul ini perusahaan profesional, tapi nyatanya masih jebol. Menurut saya perencanaannya kurang pintar. Jadi saya anggap gagal. Saya tahu, sebab saya juga orang proyek,” lanjutnya.

Harusnya, ungkap Suyoto, penambalan tanggul itu diperkuat. Mengingat intensitas hujan masih tinggi yang bisa menyebabkan debit air Sungai Wulan naik.

“Harusnya kan ada perencanaan dan antisipasi agar tanggul tak jebol lagi. Mungkin pancangnya diperkuat. Anehnya, penambalan dan peninggian tanggul Sungai Wulan yang jebol menggunakan tanah itu lagi (tanah setempat), ya tidak kuat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar, Agus Sudiarto, mengatakan, penambalan tanggul Sungai Wulan yang jebol sudah sangat bagus. Buktinya ini juga langsung ditangani.

Baca juga: Kabar Baik, Debit Air di Bendung Wilalung Berangsur Turun

“Hanya di penambalan pertama itu terkendala material. Penambalan menggunakan tanah gembur, seharusnya menggunakan material kering keras. Sehingga lebih kuat,” ujar pria yang akrab disapa Tonggek itu.

Meski begitu, Tonggek enggan menyalahkan pengerjaan penambalan tanggul Sungai Wulan. Sebab, penambalan tanggul memang terkendala material dan cuaca ekstrem.

“Saya tidak mau maedo yang kerja. Memang situasinya kemarin intensitas hujan tinggi sekali. Sehingga tanggul Sungai Wulan jebol lagi dan merendam seluruh desanya,” beber Tonggek.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER