BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana nostalgia masa kecil langsung tersaji saat melewati beberapa stan mainan di lokasi Dandangan, Kudus, mulai dari kapal otok-otok hingga jajaran akar wangi yang dibentuk sedemikian rupa seperti boneka.
Daru (33), adalah satu di antara banyaknya penjual mainan tradisional yang ada di tiap sudut Dandangan. Di stannya, terpajang rapi berbagai macam mainan tradisional dan aneka hiasan kayu.
Baca Juga: Ngalap Berkah Jelang Ramadan, Warga Berbondong-Bondong Ziarah ke Makam Sunan KudusÂ
Selama dua hari membuka lapak, ramai lalu lalang pengunjung membuatnya optimis barang dagangannya bisa laku keras.
“Kayaknya ini pengunjungnya masih lokalan, belum banyak yang dari luar kota. Biasanya, yang sering cari mainan tradisional itu para pengunjung dari luar kota malah,” ujarnya.
Dari berbagai macam mainan dan hiasan kayu yang dijajakannya, gasing menjadi favorit pembeli selama 10 tahun terahir. Namun, salah satu yang menarik perhatian adalah berbagai bentuk boneka yang berasal dari akar wangi.
“Akar wangi dulunya digunakan sebagai pengganti kapur barus yang biasanya banyak dicari oleh nenek-nenek zaman dahulu,” lanjutnya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya, Polres Kudus Akan Gelar Operasi Keselamatan Lalu LintasÂ
Produk hasil tangan sendiri tersebut dijual Daru mulai dari harga Rp20 ribu. Selain itu, ada juga gantungan kunci unik dengan harga Rp10 ribu.
“Akar wangi yang ukuran kecil itu harga mulai Rp20-40 ribu yang ukuran besar. Sedangkan, hiasan kayu itu mulai Rp35 ribu dan paling mahal ada yang ratusan ribu. Untuk mainan mulai dari Rp20 ribuan, gantungan kunci mulai Rp10 ribuan,” tutupnya.
Editor: Haikal Rosyada

