BETANEWS,ID, KUDUS – Di kediaman neneknya yang berada di Gang Panjang No.1115, Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Puput Ramadhani (26) tampak sedang sibuk membuat kue kering. Ia terlihat cekatan ketika memasukkan kue kering ke dalam toples hingga penuh tertata rapi.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya itu, Puput begitu dia akrab disapa, berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya. Ia mengaku kewalahan menerima pesanan Kue Lebaran. Bahkan, dirinya sudah tidak mau melayani pesanan lagi saat memasuki bulan Ramadan. Beda dengan tahun kemarin, Puput menutup pesanan ketika Lebaran kurang tiga hari.
“Lebaran tahun ini alhamdulillah banyak banget yang pesen. Jadi sebulan sebelum lebaran sudah aku tutup karena pesanan terlalu banyak. Takut tidak bisa selesai orderannya, karena dalam proses produksi aku kekurangan tenaga,” ungkapnya, Kamis (29/3/2024).
Baca juga: Hampers Lebaran di Gotri Bakery Harganya Mulai Rp100 Ribuan
Ia membeberkan, bahwa saat ini sudah ada pesanan sebanyak 600 toples. Menurutnya, pesanan yang masuk sangat beragam, mulai dari camilan kiloan hingga berbagai jenis kue kering dengan kemasan 300 dan 400 gram.
Usaha kue kering yang diberi nama Pawon Simbah itu melayani sembilan jenis kue kering, yaitu lidah kucing, martabak kering, tamrin, cokelat mawar, kalteles, cocho cips, sagu keju, nastar, dan stroberi mawar. Selain itu, Puput juga melayani pesanan seperti keciput, pastel, dan kacang telur.
Untuk harga, Puput menjualnya mulai Rp45 ribu hingga Rp75 ribu. Harga tersebut menyesuaikan ukuran berat kemasannya. Sedangkan untuk parsel menyesuaikan isian jenisnya. Harga parsel biasanya minimal Rp100 ribu.
Puput mengaku, bahwa dirinya memang memiliki hobi memasak. Namun, ia tidak menyangka jika hobinya itu bisa menjadi ladang bisnis seperti saat ini.
Awalnya, pada 2019 lalu Puput hanya iseng mengajak sepupunya berjualan. Dari iseng membuka pesanan tersebut, Puput malah kebanjiran orderan dan mendapat keuntungan yang cukup banyak.
Baca juga: Berkah Ramadan, Produksi Jenang Mubarok Meningkat Jadi 6 Ton Sehari
“Kalau dihitung-hitung omzet bulan-bulan biasa paling sekitar Rp2 juta, tapi kalau menjelang Lebaran bisa sampai Rp15 jutaan per bulan,” kata Puput.
Selain dipasarkan secara online, kue kering Pawon Simbah juga menyediakan jasa cash on delivery (COD). Ternyata, banyak pelanggan dari luar daerah yang rela mengantre kue buatan Puput.
“Kalau online saya pasarkan lewat Instagram. Pelanggan yang paling banyak itu dari Pati, Semarang, Solo, Surabaya, Bogor, Depok, dan Jakarta. Sementara yang offline sekitar Kudus bisa COD. Tapi menjelang Lebaran gini ya ambil ke rumah, kalau jauh, ya, dikirim lewat kurir aja,” jelasnya.
Penulis: Zuhaira Millatina, Mahasiswa Magang Unisnu
Editor: Ahmad Rosyidi

