BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat tengah sibuk membuat kue kering di Gotri Bakery, Jalan Raden Ayu, Desa Mlati Kidul RT 01 RW 01, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Menjelang Hari Raya Idulfitri, usaha milik Prihatin (43) itu memang kebanjiran pesanan. Oleh karenanya, tempat yang sehari-hari memproduksi kue itu beralih ke hidangan Lebaran
Menurutnya, saat ini permintaan kue kering mengalami kenaikan hingga 40 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, dirinya sedikit kewalahan dan menambah dua karyawan.
“Sekarang pesanan yang masuk itu ada 350an baru pertengahan bulan puasa. Beda sama tahun kemarin, sudah ada stok kue keringnya tapi yang beli nggak banyak. Kalau sekarang nggak bisa stok, langsung habis terus,” terang Prihatin, beberapa hari lalu.
Baca juga: Cokelat Karakter Nurry Choco Ini Jadi Hampers Primadona untuk Orang Tersayang
Dirinya melanjutkan, dahulu kebanyakan para pelanggan membeli kue kering setelah dapat Tunjangan Hari Raya (THR). Sedangkan tahun ini mereka lebih banyak Pre Order (PO) dulu. Beberapa kue kering yang diburu konsumen adalah nastar, kastangel, putri salju, dan sagu keju.
“Nah untuk sagu keju itu kita pakai keju edam, untuk kue keringnya sendiri kita buat saat menjelang puasa saja. Misal pesan untuk hari-hari biasa harus ada minimum pemesanan,” ujar Prihatin.
Priharin menjual aneka kue Lebaran itu mulai harga Rp15-150 ribu perkilogram. Sedangkan, untuk kue mokaf mulai Rp20-150 ribu, karena tepungmua lebih mahal. Selain dibeli secara terpisah juga ada paket hampers dengan isian yang variatif. Misalnya paket hampers isi tiga yang terdiri dari kue pril, nastar, dan putri salju.
Baca juga: Hampers Lebaran Sajadah Tenun dari Nay Collection yang Unik nan Menarik
“Ada juga paket hampers isi dua, kalau harga rata-rata paling murah itu Rp100 ribuan. Selain itu juga ada yang Rp300 ribuan,” ungkapnya.
“Kalau pemesanan itu masih di sekitar Kudus saja, karena kalau pengiriman di luar Kudus takut barangnya rusak. Salah satunya dari instansi rumah sakit, masyarakat sekitar, maupun dari teman-teman reseller,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

