31 C
Kudus
Jumat, April 19, 2024

Komentari Jasa Angkut Motor, Warga: ‘Rp50 Ribu Kemahalan, Mending Buat Jajan’

BETANEWS.ID, KUDUS – Jalan Kudus-Purwodadi yang kini terendam banjir mencapai kurang lebih 70 centimeter, membuat kendaraan khususnya sepeda motor kebanyakan mogok. Adanya jasa angkut kendaraan untuk menyeberangkan pengendara, disambut beragam oleh warga. Ada yang merasa terbantu, tapi tak jarang juga mengeluh kemahalan.

Salah satu pengendara, Rifki Anjid, mengaku tak tertarik untuk mencobanya. Harga yang menurutnya kemahalan, membuatnya terpaksa menerjang banjir.

“Tidak memilih jasa angkut karena mahal. Karena setiap perjalanan, harganya ada yang Rp 50 ribu, ada juga yang Rp60 ribu. Mending dibuat jajan saja,” ungkapnya, Selasa (19/3/2024).

Baca juga: Berkah Banjir, Jasa Angkut Motor di Tanjungkarang Setengah Hari Bisa Hasilkan Rp3 Juta

Faktor lain Rifki tak menggunakan jasa angkut kendaraan, karena sepeda motor yang dibawa adalah Megapro. Namun, motor yang ia anggap mampu menerjang banjir dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa itu justru mogok.

“Karena saya pikir sudah bawa Megapro, kan, aman, jadi, ya, tak terobos saja. Soalnya tadi pas lewat bisa menerjang ketinggian air di sini. Itu gara-gara ada ombak dari kendaraan yang berlawanan,” tutur warga Desa Wates, Kecamatan Undaan itu.

Meski tak pernah mencoba jasa angkut, katanya, dia mengetahui harga per satu motor dipatok dengan harga Rp 50-60 ribu dari orang-orang yang pernah menggunakan jasa tersebut. Harga tersebut menurutnya mahal, dan seharusnya harga yang pantas Rp20 ribu per perjalanan.

“Itu kan jaraknya dekat, hanya sekitar dua kilometer. Saya tahunya dibilangin sama orang-orang, katanya harga Rp 50-60 ribu,” jelasnya.

Baca juga: Banjir di Jalan Kudus-Purwodadi Tambah Tinggi, Capai 70 Cm

Hal senada juga diungkapkan oleh Anshori. Mahalnya jasa angkut yang menurutnya harga dipatok dengan harga Rp100-200 ribu membuat ia tak tertarik menggunakannya. Ia bahkan rela mendorong motornya sejauh kurang lebih dua kilometer.

“Soalnya mahal, mas. Katanya ada yang Rp100-200 ribu per satu motor. Jadi tidak tertarik menggunakan jasa angkut mending jalan kaki saja,” imbuh warga Kecamatan Dawe itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER